Thursday, April 6, 2017

Sang Pemadam Kebakaran Cilik : Walo Nyasar, Pantang Menyerah



Pada hari Selasa tanggal 4 April 2017, Eza sudah diikutsertakan jauh-jauh hari untuk mengunjungi Pemadam Kebakaran bersama teman-temannya di Komunitas Pancar. Komunitas Pancar ini adalah komunitas home schooling yang sering mengadakan playdate bareng. Ini adalah kesekian kalinya Eza ikut aktivitas playdate bareng teman-temannya.

Awalnya kegiatan ini akan dilaksanakan hari Senin tanggal 3 April 2017, tapi berhubung ada kendala maka diundur menjadi hari Selasa tanggal 3 April 2017. Eza pun sudah diberitahu jauh-jauh hari tentang rencana kunjungan ke pemadam kebakaran ini. Si mbak nya pun semangat menyiapkan perbekalan untuk Eza.

Kami berangkat dari rumah di Serpong pukul 07.30 dengan mengendarai motor. Perjalanan jauh menuju Pemadam Kebakaran Lebak Bulus, ditempuh dalam waktu 1 jam lebih 15 menit, sempat macet mulai dari Ciputat hingga Lebak Bulus, akhirnya kami tiba disana pukul 08.45. Saat kami lapor ke petugas security, ditanya dari rombongan mana, saya bilang dari rombongan tk dan gabungan komunitas. Seorang petugas mencoba mengkonfirmasi bagian kunjungan, katanya tak ada jadwal kunjungan dari TK untuk hari ini. Sempat bingung, saya pun koar-koar di grup komunitas pancar.

Tak lama kemudian, ada satu orang teman yang baru tiba di lokasi, dengan membawa kedua anaknya, mba Titiek yang baru kenal pada saat itu, langsung dengan ramahnya memperkenalkan diri. Dengan diantar suaminya dari Depok, kedua putranya ini tampak sangat ngantuk dan kelelahan. Perjalanan yang ditempuh nyaris selama 3 jam, tentu membuat kedua anak ini cape. Sambil ngobrol, kami pun menengok grup. Tiba-tiba kami kaget saat ada yang mengingatkan bahwa Pemadam kebakaran yang dituju, bukan yang di Lebak Bulus, tapi yang di Villa Melati Mas, BSD, Tangerang Selatan. Mba Titiek pun bingung, setau kami rencana awal memang di Lebak Bulus, kami memang tak melihat secara detail info pemberitahuan terbaru. Hanya melihat tanggal, kami fikir tak merubah tempat, ternyata ih ternyata saya dan teman saya kurang teliti. Untung ada teman, jadi ga malu sendiri. Beginilah foto kami saat beraksi di Pemadam Kebakaran Lebak Bulus.



Saya pun berdiskusi dengan mb Titik, apakah akan menyusul kesana atau pulang. Sempat dibantu dengan aplikasi taxi online, mencoba ikhtiar untuk nyusul, sudah dipesankan taxi online, saya pun pamit. Saya memberitahunya bahwa saya akan nyusul kesana karena sekalian pulang. Dengan berngebut ria, hanya dalam waktu 30 menit, perjalanan Lebak Bulus-Ciputat-BSD pun terlewati. Sempat hampir ada insiden dengan mobil yang tiba-tiba mengambil arah kiri tanpa mengirim tanda send, alhamdulillah masih selamat.

Setibanya disana, alhamdulillah belum terlalu terlambat, hanya terlewat satu sesi, teman-teman Eza terlihat sedang memegang alat penyemprot air. Eza pun berganti kostum dengan jas hujan, langsung berbaur dengan teman-temannya. Tapi entah kenapa, Eza yang biasanya berani sendiri, ini minta ditemenin terus sama bundanya saat beraktivitas disana. Dan inilah gaya Eza saat menyemprot air.


Setelah menyemprot air untuk memadamkan api, anak-anak langsung main air, seperti hujan-hujanan. Eza tampak tak terlalu bersemangat gabung dengan temannya, sering sekali mencari saya, minta ditemenin. Mungkin karena kelelahan dalam perjalanan, jadi tidak terlalu antusias lagi mengikuti kegiatannya. Hal ini juga terlihat saat sesi berikutnya, saat teman-temannya antusias naik mobil pemadam, beserta para emak emaknya, Eza bersikukuh ga mau naik mobil nya, padahal emaknya dah pengen juga hihi. Akhirnya Eza saya tawarkan ganti baju, dan dia pun mengangguk. Apa daya, walo emaknya bersemangat tapi anaknya lagi ga mood, kita ikuti saja mood anak.

Sambil menunggu datangnya mobil, saya ajak Eza main di mobil pemadam kebakaran yang sedang parkir. Sempat juga berfoto dengan petugas pemadam kebakaran, lengkap dengan kostumnya. Seperti inilah pose nya...



Saat mobilnya tiba, saya mengabadikan momen itu walau Eza tak mau diajak. Sempat berfoto-foto ria dengan berbagai gaya, sendirian plus teman-temannya. Dan sesi ini pun ditutup dengan berfoto bersama semua rombongan komunitas pancar yang mengikuti kegiatan ini. Ternyata banyak juga yang ikut kegiatan ini. Karena memang seru bagi sebagian besar anak, dan bermanfaat untuk mengenalkan salah satu profesi pada anak-anak. Beginilah keseruan teman-teman Eza dan emaknya di komunitas Pancar.



Usai berfoto, kami pun pulang. Saya tau Eza capek maka saya putuskan segera beres-beres dan meninggalkan area. Yang lain terlihat masih pada berganti pakaian, ngobrol-ngobrol dan berfoto ria. Saya saja cape apalagi Eza yang masih kecil tapi sudah menempuh perjalanan menembus provinsi Jakarta dan Banten. Semoga menjadi anak yang kuat dan senang berpetualang. Aamiin
Semoga Bermanfaat

Kamis, 060417.10.45

#odopfor99days#part2#day58

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit