Thursday, March 16, 2017

Me Time yang Mendebarkan






Saya adalah seorang ibu seorang putra 3 tahun yang juga bekerja di ranah publik dengan menjadi PNS di sebuah sekolah boarding school di Serpong Tangerang Selatan. Selain menjadi seorang ibu dan pegawai, saya juga menjadi admin di IIP Tangsel merangkap bendahara dan sejak bulan Juni 2016, diberi amanah dengan menjadi bendahara koperasi untuk tiga tahun mendatang.

Dengan seabreg aktivitas ini, rasanya saya kesulitan mencari waktu untuk diri sendiri yang sekarang dikenal dengan istilah Me Time. Saat tidak bekerja, saya sibuk bermain dengan anak, kadang mengajaknya berenang, bermain di aktivitas outdoor atau hanya bermain di depan rumah. Saya juga ikut tantangan menulis setiap hari di ODOP, one day one posting. Biasanya sekian banyak kerjaan ini, baru sempat saya lakukan di malam hari, saat anak sudah tidur. Ini menjadi salah satu me time yang bisa saya lakukan supaya saya tetap waras menjalani berbagai aktivitas.

Sebagai bendahara koperasi sekolah, setiap hari saya juga disibukkan dengan berbagai transaksi keuangan, mulai dari yang mengajukan pinjaman, membayar cicilan, mentransfer segala transaksi keuangan, mengambil dan menabung uang di bank, ini semua biasanya saya lakukan sambil mengajak Eza bermotor ria jalan-jalan ke atm dan bank. Harus kreatif deh sebagai ibu dengan seabreg aktivitas untuk menyiasatinya, salah satunya dengan cara melakukan beberapa kegiatan dalam waktu yang bersamaan.

Suatu saat, di bulan Januari 2017, ada undangan mengikuti pelatihan manager koperasi selama 3 hari di Cianjur. Saya tawarkan pengurus lain, ada yang bersedia. Saya pun mendaftarkan namanya. Jelang hari H, ternyata teman saya ini mendadak harus dinas keluar kota karena menggantikan temannya yang sakit. Tentu tak ada yang kebetulan, saat saya menawarkan pengurus lain dan tidak ada yang bisa, saya pun konsultasi sama suami sekaligus  minta ijin saya yang berangkat ke Cianjur. Alhamdulillah suami pun mengijinkan.


Pada hari H, saya berangkat dengan menggunakan kereta menuju Gambir. Suasana hiruk pikuk di kereta KRL, juga merupakan me time yang saya nikmati. Mengamati berbagai perilaku penumpang, banyak yang sibuk ber hp ria, menyaksikan kesibukan petugas dalam menertibkan penumpang, itu juga menjadi keasyikan tersendiri yang saya nikmati. Dari Gambir, saya bertemu dengan peserta lain yang belum pernah saya kenal, dan berangkat bersama menuju Cianjur dengan menggunakan mobil yang sudah disediakan panitia.

Acara yang berlangsung dari tanggal 17-19 Januari di Cibodas Cianjur ini, sukses membuat saya semangat berbuat lebih banyak untuk koperasi dan anggota. Selain mendapatkan materi tentang tugas manager koperasi, saya pun berkenalan dengan berbagai peserta dari berbagai koperasi di beberapa kota di Indonesia seperti Cirebon, Jakarta, Lampung dan lain sebagainya. Pada sesi sharing, menarik sekali mendengarkan pengalaman teman-teman yang mengelola koperasi dengan unit bisnis beraneka ragam, dan saya pun bisa punya kesempatan gratis belajar banyak dari para praktisi ini.

Di sela sela kesibukan yang menumpuk, saya pun butuh hiburan. Saya suka menonton drama korea saat saya suntuk. Salah satu aktivitas me time alternatif yang saya lakukan saat saya sempat, biasanya saat sedang datang bulan, di malam hari saat anak dan suami sudah tidur, saya buka laptop, lengkap dengan headset agar tidak mengganggu Eza yang sudah tidur. Kadang juga saat dinas di luar kota, saya sempatkan nonton seperti saat mengikuti pelatihan manager koperasi di Cianjur ini. Saya bawa laptop, malamnya setelah materi berakhir, saya pun melanjutkan nonton drama korea. Drama korea ini tak seperti sinetron Indonesia yang temanya seputar percintaan, pengkhianatan dan hal remeh temeh lain, drama korea ini banyak mengajarkan nilai nilai kehidupan seperti menghormati orang tua, pantang menyerah, bekerja keras dan lain-lain. Banyak juga adegan lucu yang membuat saya senyum senyum sendiri dan menginspirasi saya untuk menjadi istri humoris yang bisa menghibur suami saat lelah melanda.

Mengikuti pelatihan 3 hari di luar kota, tanpa anak dan suami, juga merupakan me time yang sangat berharga. Selain mendapatkan ilmu, juga memberi ruang buat diri sendiri untuk beristirahat, sejenak berhenti dari rutinitas yang menjemukan, sambil mengumpulkan energi agar lebih bersemangat lagi dalam beraktivitas dengan segudang amanah yang harus ditunaikan.

Saat saya mengikuti pelatihan ini, saya pun iseng membuka email. Tiba-tiba ada email dari Bu Septi yang mengabarkan bahwa saya terpilih menjadi Manager Keuangan IIP Nasional untuk periode setahun ke depan. Saya memang mengajukan lamaran untuk menjadi manager keuangan nasional, iseng sebenarnya dan tak menyangka akan terpilih. Bahkan saya mengajukan lamaran ini, setelah batas akhir deadline ditentukan. Saat itu ada yang bertanya di grup wa, menunggu pengumuman dari Bu Septi tentang manager keuangan nasional, ternyata masih dibuka lowongan karena baru satu orang yang mengirimkan lamaran. Saya pun iseng mengirimkan lamaran, dan sungguh tak menyangka akan terpilih. Dan pengumumannya ini saya terima saat me time dengan mengikuti pelatihan manager koperasi di Cianjur.

Sungguh mengagetkan dan mendebarkan, email pemberitahuan terpilihnya saya menjadi manager keuangan nasional IIP. Kadang terselip rasa penyesalan mengapa saya kirimkan lamaran, padahal aktivitas saya sudah padat merayap, tapi tentu tak ada yang kebetulan, mungkin Allah memberi saya kesempatan untuk menambah jam terbang saya di bidang keuangan. Entahlah saya bisa membagi waktu atau tidak untuk segudang amanah ini, tapi saya yakin jika Allah memberikan kita ujian, tentu sudah Dia siapkan pula punggung untuk memikul amanah ini. Bismillah.

Me time bagi seorang ibu sebenarnya tak neko neko, bisa tidur saja sudah menjadi me time yang berharga, apalagi dikasih bonus mengikuti pelatihan, wah itu kesempatan berharga buat nulis, nonton, merenung dan merencakan aktivitas berikutnya yang lebih berharga.

Menjadi ibu dan pegawai itu harus bahagia dan seorang ibu dilarang sakit, karena kalau sakit, terganggulah siklus kehidupan sebuah keluarga. Ini tak berlaku jika anak dan suami yang sakit, aktivitas keluarga tetap berjalan karena ada seorang ibu yang terampil dengan multi tasking nya. Tapi jika yang sakit adalah seorang ibu, hancurlah dunia persilatan rumah tangga hehe...

Maka salah satu strategi saya dalam menjaga kesehatan adalah dengan berolahraga. Sudah berbagai jenis olahraga saya coba seperti berenang, jalan kaki, lari, bersepeda, tapi pilihan olahrah terakhir yang membuat saya jatuh hati adalah senam. Kebetulan dekat rumah ada dan jadwalnya fleksibel, bisa pagi atau sore hari, maka saya pun menyempatkan diri dan memaksakan diri untuk senam dua kali seminggu, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat pagi. Ini juga merupakan me time yang bermanfaat karena bisa menjaga vitalitas dan keseimbangan tubuh. Sepertinya olahraga itu melelahkan tapi sebenarnya ini adalah tabungan kesehatan yang murah meriah. Alhamdulillah beberapa teman saya, memuji dan iri dengan kondisi kesehatan saya dan jarang sakit. Teman saya heran, ko saya yang sibuk dengan seabreg aktivitas, jarang sakit. Ternyata rahasianya adalah olahraga.

Rahasia lainnya yang juga memegang peranan penting adalah aktivitas spiritual. Tadarus, shalat dan dzikir itu juga selalu saya masukkan dalam aktivitas harian yang tak boleh saya lewatkan. Karena mengandalkan kekuatan sendiri yang memang terbatas, sungguh tak cukup. Maka memohon pertolongan Allah agar memudahkan segala aktivitas yang menumpuk, merupakan hal penting yang harus diprioritaskan. Maka shalat, tadarus dan dzikir juga saya pilih menjadi me time harian yang berusaha saya lakukan, karena saya sadar tak akan kuat jika memikul semuanya sendirian, maka bersandar pada kekuasaan Allah yang Maha Dahsyat adalah pilihan yang tak bisa ditawar tawar lagi.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 160317.04.00

#odopfor99days#part2#day34

1 comment:

  1. beneer banget mba, olahraga ga boleh dilupain ya. btw selamat ya, diamanahi mjd manajer keuangan nasionalnya iip,

    ReplyDelete

Postingan Favorit