Thursday, March 23, 2017

Menikmati Pesona Pantai Pandawa Bali



Setelah menyelesaikan tugas dinas di Bali pada hari Sabtu tanggal 18 Maret 2017, saya berkesempatan menikmati wisata Bali di hari Minggu tanggal 19 Maret 2017. Ternyata murid saya yang sekarang sudah menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas Udayana, sudah menyiapkan mobil untuk jalan-jalan. Dengan meminjam mobil temannya, Wardah menggandeng Fuad sang supir sekaligus guide wisata kali ini, dan mereka berdua sukses membuat saya terpesona dengan keindahan tempat wisata di Bali. Kami bertiga sangat menikmati petualangan kami di Bali, sambil menunggu tiket kepulangan saya yang direncanakan pada pukul 18.15.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Pandawa. Kami berangkat dari hotel Grand Shanti pukul 07.30, saya sekaligus check out karena akan langsung diantar ke bandara. Dengan jarak tempuh sekitar 27 km, kami bertiga menyusuri tol mandara menuju pantai pandawa. Tol mandara ini unik karena merupakan satu-satunya tol di Indonesia diatas laut dan memiliki jalur sepeda motor nya. Tol yang menghubungkan 3 area yaitu Pelabuhan Benoa, bandara Ngurah Rai dan Nusa Dua ini, dibangun dalam waktu singkat yaitu 14 bulan saja, dimulai bulan Maret 2012 dan berakhir pada bulan Mei tahun 2013.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya kami tiba juga di Pantai Pandawa yang dulunya dikenal dengan nama Secret Beach (Pantai Rahasia). Hal ini karena lokasinya yang sangat tersembunyi yaitu ada di belakang tebing tingggi. Pantai yang berlokasi di Bali Selatan, tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kutu Selatan, Kabupaten Badung ini awalnya bernama Pantai Melasti. Dahulu, di pantai Pandawa ini sering diadakan upacara Melasti yang merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu. Penganut agama Hindu akan bersembahyang di tepi pantai dengan tujuan untuk mensucikan diri dari perbuatan buruk di masa lalu.


Pantai yang resmi beralih nama menjadi Pantai Pandawa pada tanggal 27 Desember 2012 ini sesuai dengan filosofi Pandawa yang harus membuat terowongan untuk mendirikan kerajaan baru. Pandawa yang terdiri dari Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa diabadikan melalui patung yang secara berurutan terpampang di sepanjang tebing menuju kawasan wisata pandai pandawa.

Saat kami tiba disana sekitar pukul 9 pagi, suasana agak mendung dan udaranya masih segar. Saya terpesona dengan keindahan pantai ini, karena pasir dan airnya sangat jernih. Saya pun tak kuasa untuk tidak terjun ke pantai ini. Saya memang sudah menyiapkan diri untuk berbasah ria di pantai, dan membawa baju lebih sebagai ganti dan ancang ancang jika baju saya basah. Entah kenapa dari dulu saya suka pantai. Rasanya kekuasaan Allah Maha Dahsyat tergambar jelas di kawasan laut. Saya bebas berteriak dan ngobrol dengan Dia Sang Pembuat Skenario terbaik. Kalau saya sendiri pergi ke pantai, biasanya saya dialog dengan Dia, sambil menangis. Tapi karena ada murid saya yang menemani, kali ini saya cukup dengan menikmati indahnya pantai pandawa sambil berenang dan mengabadikannya dengan berfoto ria.


Saya tahu diri untuk tidak berlama lama di pantai indah ini karena masih banyak tempat yang tidak boleh dilewatkan. Saat kami selesai berenang dan akan ganti baju, hujan pun turun. Kami pun berteduh di sebuah warung dan menyantap pop mie yang hangat untuk membunuh rasa lapar yang mendera. Saat hujan reda, kami pun melanjutkan perjalanan. Terima kasih Wardah, terima kasih Fuad, yang telah membuat saya terpesona pada keindahan pantai pandawa ini.


Semoga Bermanfaat

Kamis, 230317.23.20

#odopfor99days#part2#day42

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit