Thursday, November 2, 2017

Belajar Kreatif dengan Cara Kreatif

Hasil gambar untuk berpikir kreatif


Setelah mendapatkan materi Bunda Sayang 1-8, dan setelah menikmati liburan beberapa hari untuk memulihkan tenaga dan stamina, akhirnya hari Ahad kemarin tanggal 29 Oktober 2017 kami digembleng kembali dengan materi tentang kreatifitas oleh sang maestro Bu Septi dengan cara yang tak biasa. Menurut saya cocok sekali materi ini disampaikan dengan metode yang berbeda dari sebelumnya. Yaitu mengajak kami diskusi dan menebak gambar dan kaitannya dengan materi kreativitas. Sungguh seru dan memicu adrenalin.

Kreatifitas menurut NACCCE (National Advisory Committee on Creative and Cultural Education) dalam Craft 2005 adalah aktivitas imaginatif yang menghasilkan hasil yang baru dan bernilai, sedangkan menurut Munandar (1985) kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Hasil yang diciptakan tidak selalu hal-hal yang baru, tetapi juga dapat berupa gabungan (kombinasi) dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. 

Jadi proses kreatif itu adalah mengolah yang sudah ada menjadi sesuatu yang bernilai. Beginilah proses kreatif yang terjadi dari slide yang kami terima dari Bu Septi.



Lalu, bagaimanakah ciri-ciri orang kreatif? 




Setidaknya ada 4 ciri menurut Kauffman dan Stenberg, 2006 yaitu Fluency terkait kesigapan, kelancaran dan kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan secara cepat; Flexibility yaitu kemampuan menggunakan bermacam cara dalam mengatasi masalah; Originality yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan yang unik atau asli; dan elaborasi yaitu kemampuan untuk melakukan hal yang detail.

Setelah mendapat materi kreatifitas, saya praktekkan kembali metode tersebut saat mengampu kelas Bunda Sayang Depok, dan ternyata peserta antusias, bahkan ada satu pernyataan lucu dari salah satu peserta saat disuguhkan gambar ini...



Katanya berasa seperti disuguhkan tes mata di optik. Saya tertawa ngakak membacanya. Ternyata menyuguhkan materi kreatif dengan cara kreatif ini menumbuhkan semangat belajar dan curiosity, apalagi saat mereka disuguhkan gambar untuk membuat 3 garis tak terputus dari 9 titik berikut ini, 



mereka exited sekali. Mencoba dengan corat-coret gambar dan memfotonya lalu mempostingnya di grup diskusi kelas Bunda Sayang Depok.

Dan alhamdulillah ada yang berhasil.

Saat saya pancing adakah yang menghambat kreatifitas? Berikut adalah jawaban dari para peserta kelas  Bunda Sayang Depok:
      1.      Innerchild, pola asuh yang salah
      2.      Tidak diberi ruang berekspresi
      3.      Kelelahan
      4.      Rutinitas yang membunuh kreatifitas
      5.      Tak yakin dengan kemampuan diri sendiri
      6.      Terlalu banyak berfikir yang tidak penting
      7.      Tidak mau repot

Setelah itu kelas pun ditutup dengan meminta peserta merefleksikan hasil diskusi malam ini.

Hikmahnya adalah bahwa menjadi orang kreatif adalah menjadi pribadi yang out of the box, berfikir yang berbeda dari orang lain.


Tetap semangaattt...

Referensi:
      1.      Septi Peni dkk Diskusi Materi #9 kelas Bunda Sayang Fasilnas, 2017
      2.      Kresna Aditya, Menumbuhkan Krativitas Anak Usia Dini, Materi #9 Kelas Bunda Sayang IIP
      3.      Craft, A. Creativity in Schools Tension and Dilemmas, New York: Routledge, 2005
      4.      Munandar, S.C.U, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, Jakarta: PT Gramedia
      5.      Kauffman, J. C & Stenberg R. J, The International handbook of Creativity, Cambridge University Press
      6.      Diskusi Materi Kreativitas di Kelas Bunda Sayang Batch #1 Depok


Kamis, 021117.05.30
#kelas bunda sayang
#InatitutIbuProfesional
#ThinkCreative

#odopfor99days#sesi3#day34

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit