Friday, March 3, 2023

PALINDROM DALAM AL QUR'AN

 


Ada satu fenomena kebahasaan yang menarik dan berlaku dalam semua bahasa yaitu yang disebut dengan Palindrom. Palindrom adalah sebuah kata, angka, frasa ataupun susunan lainnya (misalnya kalimat) yang bacaannya sama, baik dibaca dari depan, maupun dari tanpa merubah makna. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Palindrom adalah rangkaian kata, atau bilangan yang terbaca sama, baik dari depan maupun dari belakang. Dalam palindrom, biasanya diperbolehkan menyisipkan spasi diantara huruf hurufnya.

Palindrom berasal dari bahasa Yunan yaitu palin yang berarti “lagi” dan dromos yang artinya “arah”. Contohnya dalam bahasa Indonesia adalah:

      1.    Kasur ini rusak

      2.      Kasur nababan rusak

      3.      Katak

      4.      Kodok

      5.      Malam

      6.      Radar

      7.      Tamat

      8.      Isi

 

Fenomena menarik ini ternyata ditemukan juga dalam beberapa ayat Al Qur’an yaitu:


      1.      Surat Yasin ayat 40 dan al Anbiya ayat 33

وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ

Masing-masing pada garis edarnya

 

Jika kita baca ayat tersebut, baik dari depan ataupun belakang, maka akan didapatkan bacaan dan huruf yang sama.

 

     2.      Surat al Muddatsir ayat 3

 

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

          Dan Tuhanmu, agungkanlah

Jika kita baca ayat tersebut, baik dari depan ataupun belakang, maka akan didapatkan bacaan dan huruf yang sama.

 

Fenomena kebahasaan ini menarik karena dalam ayat-ayat Al-Quran yang mengandung palindrom ini, bukan hanya menarik secara redaksi, tapi juga mengandung makna yang sangat mendalam. Misalnya dalam gambar tersebut, saat membahas orbit, selain redaksi kata nya bisa dibolak balik, ternyata jika disambungkan antar huruf yang sama, akan membentuk satu lingkaran yang akhirnya membentuk orbit lingkaran yang memutar, dan saling bersatu.

Sementara pada surat al Muddatsir, palindrom terdapat dalam satu ayat yang utuh. Tentang mengagunkan Tuhan, maka dibolak balik dari manapun, tetaplah Allah yang akan menunjukkan keMaha agungannya. Dengan cara apapun, kita dibebaskan untuk mengagungkan Allah, dengan jalan dari manapun, banyak jalan untuk menemukan keagungan Allah.

Demikianlah fenomena palindrom dalam Al-Qur’an yang termasuk bukti kemujizatan Al-Qur’an. Masya Allah.

Serpong, 3 Maret 2023

Eva Novita Ungu


No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit