Sunday, June 4, 2023

SITU BAGENDIT GARUT YANG MELEGENDA

 


Pada hari Jumat, tanggal 2 Juni 2023, alhamdulillah saya bersama keluarga Tasik berkesempatan mengunjungi tempat wisata unik di Garut yaitu Situ Bagendit. Situ ini dapat dikunjungi di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Awalnya kami sempat tersesat, karena ternyata ada 3 Situ Bagendit yang ada di sekitar wilayah Banyuresmi itu, kami fikir hanya satu, jadi saat klik map, dan memencet tombol teratas, ternyata malah diarahkan ke Situ Bagendit 3 yang masih belum selesai pembangunannya. Akhirnya setelah bertanya ke warga sekitar, sampai juga di Situ Bagendit 1/

Adapun tiket masuk  ke tempat wisata ini, sangat murah meriah yaitu 10.000 rupiah untuk dewasa dan 5.000 rupiah untuk anak-anak. Kita bisa menikmati wisata alam yang indah dan seru, sambil jajan kuliner aneka makanan khas Garut.

Ada banyak wahana yang bisa kita nikmati di Situ Bagendit ini. Ada wisata air seperti naik rakit, naik angsa-angsaan, main skuter, naik kuda dan lain-lain.

Untuk Eza, saya menawarkan untuk bermain skuter, sambil belajar karena ini untuk pertama kalinya Eza bermain skuter untuk yang ukuran besar. Awalnya sempet tersendat-sendat, tapi lama kelamaan Eza menikmati juga bermain skuter di jalan jalan sekitar situ ini. Untuk menikmati wahana ini, kita harus mengeluarkan uang sebesar 25.000 untuk ukuran besar bagi dewasa dan 20.000 rupiah untuk ukuran kecil dan bagi anak-anak.

berikut foto Eza saat bermain skuter.

Selain naik skuter, ada wahana naik rakit juga yang kami nikmati bersama. Hanya dengan membayar 70.000 rupiah kami bisa berkeliling danau dengan menggunakan rakit, yang bisa dinikmati maksimal sebanyak 8 orang. Sungguh ini pengalaman yang berkesan dan seru. Berikut foto kami saat diatas rakit yang sedang beraksi di tengah danau



Berdasarkan cerita turun termurun, ada legenda yang ada dibalik tempat wisata ini. Dari segi artinya, situ bagendit berasal dari kata yang berbahasa Sunda yaitu Situ yang artinya danau, dan Bagendit yang berasal dari nama Nyai Endit. Legenda ini mengisahkan sosok wanita yang kaya raya, tapi kikir dan enggan menolong sesama.   

Alkisah, Nyai Endit ini adalah seorang janda yang kaya raya dan ditakuti warga karena dengan kekayaannya, ia bebas berbuat semaunya, misalnya warga boleh mengajukan pinjaman uang, tapi harus dikembalikan dengan bunga yang sangat tinggi. Nyai Endit punya pengawal atau tukang pukul yang tugasnya untuk menagih hutang para warga. Jika terlambat atau tidak membayar hutang, maka para tukang pukul ini tidak segan segan menghukum warganya.

Suatu hari, masa paceklik tiba, tapi adanya musim ini tak mempengaruhi kondisi perekonomian Nyai Endit, padahal warganya kesulitan makan, tapi Nyai Endit malah mengadakan pesta meriah beserta kerabat dan teman-temannya. Ketika pesta berlangsung, datang lah seorang pengemis yang ingin bertemu Nyai Endit. Saat bertemu, pengemis itu menngingatkan Nyai Endit bahwa sikapnya itu sangat tidak manusiawi, serakah dan kejam serta tidak empati dengan penderitaan warga sekitar. Nyai Endit marah diingatkan pengemis tersebut dan memerintahkan pengawalnya untuk mengusir orang yang telah mengganggu pestanya, tapi ternyata pengemis itu bisa mengalahkan beberapa orang pengawal yang sangat kuat.

Ternyata pengemis itu bukan orang sembarang, ia adalah orang sakti yang menyamar menjadi pengemis, semua tamu Nyai Endit pun kagum melihat kehebatan pengemis sakti tersebut. Pengemis tersebut lalu menantang Nyai Endit untuk mencabut ranting pohon yang baru saja ditancapkan di depan rumahnya. Pengemis itu berkata jika mampu mencabutnya, maka Nyai Endit termasuk orang yang paling mulia di dunia. Pengemis itu membolehkan para pengawal untuk mencabutnya. Saat Nyai Endit menyuruh para pengawal yang kuat itu untuk mencabut ranting tersebut, ternyata tak berhasil, padahal saat dicabut oleh pengemis sakti itu, dengan mudahnya ranting itu tercabut dari tanah. Tapi setelah itu, dari lubang tanah tempat dicabutnya ranting itu, keluarlah air yang sangat deras diselingi guncangan gempa bumi yang meluluh lantakkan desa tersebut.

Dalam sekejap, desa yang ditempat Nyai Endit itu terendam banjur dan berubah menjadi danau, yang kemudian dikenal dengan nama Situ Bagendit. Demikian legenda yang merupakan cerita turun temurun tentang Situ Bagendit ini.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah legenda Situ Bagendit ini adalah bahwa hendaknya kita tidak menjadi orang yang kikir dan sombong jika diberi amanah kekayaan, tapi harus dimanfaatkan untuk membantu sebanyak mungkin orang, karena kita sedang dipercaya Allah untuk menjadi jalan rejeki bagi orang lain.

Semoga bermanfaat


Serpong, 4 Juni 2023, 17.00
Eva Novita Ungu

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit