Thursday, June 22, 2023

HOMESTAY 2023 KELAS XI ANGKATAN LASCAREN (BAGIAN 4)

Pada hari kedua kegiatan homestay, para siswa diajak untuk menikmati tempat wisata Ranca Upas Ciwidey Bandung. Kita akan bahas dulu sejarah berdirinya Ranca Upas secara singkat, dari berbagai sumber.

Ranca Upas berasal dari bahasa sunda yaitu Ranca dan Upas. Ranca artinya rawa, sedangkan Upas adalah polisi hutan, yang diambil dari nama seorang petugas yang wafat saat bertugas menjelajahi rawa di kawasan Ranca Upas. Pada tahun 1982, Perhutani mulai mengembangkan Ranca Upas untuk kepentingan penelitian dan wisata dengan kapasitas yang masih terbatas. Dan pada tahun 1989, Ranca Upas ditetapkan sebagai lokasi wisata resmi yang memiliki luas kurang lebih 215 hektare. Kawasan ini memiliki ekosistem khas dan karakteristik yang unik, yaitu adanya bung bakung rawa berwarna putih dan hanya tumbuh di 2 tempat yaitu di Ranca Upas dan di Danau Ciharus, hanya saja Danau Ciharus merupakan  kawasan cagar alam yang tidak terbuka untuk pengunjung umum.

Para siswa sangat berbahagia bisa berkunjung di Ranca Upas ini, mereka main secara bebas dan boleh memilih, serta membayar sendiri untuk beberapa wahana seperti flying fox, motor listrik. Sementara untuk melihat rusa, kelinci dan ikan, diharuskan untuk membeli pakan nya sebesar 10.000. Alhamdulillah cuaca sangat cerah dan tidak turun hujan.

Selain tempat wisata, Ranca Upas juga digunakan sebagai tempat perkemahan, sehingga ada fasilitas penyewaan tenda dan berbagai peralatannya. Kawasan wisata Ranca Upas ini, memiliki dampak positif dan negatifnya. Sisi positifnya, menumbuhkan tingkat ekonomi warga sekitar sementara sisi negatifnya, wisata ini menyebabkan kerusakan lingkungan, yang timbul dari banyaknya sampah dari para pengunjung area Ranca Upas, aktivitas offroad yang mengotori lingkungan dan lain-lain. Sebenarnya Ranca Upas, selain sebagai tempat wisata juga sudah ditetapkan sebagai kawasan kawasan hutan lindung, yang seharusnya sudah bisa melindungi kawasan sekitar dari kerusakan alam. Tapi adanya berbagai perkembangan bisnis yang biasanya mengiringi setiap tempat wisata, akhirnya menimbulkan beberapa dampak negatif yang sudah disebutkan.

Ada beberapa siswa yang memberi makan ikan, kelinci dan rusa. Ada juga yang menikmati tantangan dengan flying fox, dan beberapa orang juga menyewa motor listrik yang ditetapkan dengan harga 60.000 untuk 2 orang, jadi bisa patungan masing masing 30.000.

Ada insiden yang menimpa 2 siswa saat naik motor listrik. Kondisi jalan yang licin, jalanan turun dan ada belokan yang cukup tajam, akhirnya 2 siswa tersebut jatuh dari motor. Perawat yang merupakan bagian panitia, langsung dengan sigap menangani insiden ini, dan langsung dibawa ke rumah sakit. Insicen ini menyebabkan dipercepatnya waktu kepulangan, yang tadinya siswa dibolehkan beraktivitas di area ini hingga jam 2 siang, akhirnya setelah dhuhur, langsung dikumpulkan dan segera kembali ke area ponpes Al Ittifaq.

Berikut adalah video keseruan para siswa saat menikmati wisata alam Ranca Upas di Ciwidey Bandung.

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit