Monday, January 2, 2017

Malam Tahun Baru : Rencana Nonton yang "Ditampar" Acara TV


Setelah menghabiskan liburan ke Blitar, Kediri, Jombang, Solo dan Jogyakarta, dari hari Minggu 25 Desember 2016 sampai Kamis tanggal 29 Desember, maka hari berikutnya adalah hari istirahat dan beberes rumah... apalagi oleh olehnya berupa Eza sakit demam dan batuk pilek karena kecapean.

Jadilah di hari Jumat dan Sabtu itu kami betah istirahat di rumah sambil beberes dan mengerjakan banyak hal... nah saat malam tahun baru, saya sempat meminta suami untuk download film dalamm rangka menghabiskan malam tahun baru bersama di rumah, ceritanya sambil nunggu suami yang browse film dan mendownload nya, saya pun menyalakan TV. dah hampir frustasi karena acaranya banyak hura hura, tiba tiba channel JakTV menghadirkan acara menarik dan berbeda yaitu Dzikir Nasional yang meliput langsung dari masjid At Tin , walau hanya sebagian narasumber yang disiarkan secara live.


Tentu bukan hal yang kebetulan, jika saat saya menekan remote, dan channel JakTv yang nongol, dan saat menonton bareng suami, ternyata yang sedang tampil adalah Ridwan Hasan Saputra seorang trainer olimpiade matematika internasional, yang sedang mengemukakan buah pemikirannya tentang agama dan matematika. Beliau menyampaikan bahwa kesusahan itu harus direncanakan untuk mengundang kebahagiaan, karena begitulah logika yang beliau sampaikan dari surat Al-Insyirah ayat 5-6 berikut:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا*إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Logika matematika nya, menurut beliau kalau ingin mudah, maka harus susah dulu, dan jika sekarang senang yang mudah, maka itu adalah persiapan menuju sulit. Contohnya umat muslim Indonesia, menurutnya mengapa sekarang umat muslim terpuruk, karena dulunya senang dengan yang mudah mudah, seperti pesta taun baru, ibadah dinomor sekiankan, syariat dikesampingkan, dan lain lain. Beliau juga menunjukkan teori matematika lain (yang belum terlalu saya fahami), tapi intinya jika ingin sukses, kuncinya menjadikan Allah sebagai majikan, bukan yang lainnya. Ibadah dulu yang diutamakan, maka kesuksesan hidup pun akan menghampiri, itulah mengapa ustadz yang menonjolkan ajaran ibadah seperti sedekah dan dzikir, itu tetap mendapat posisi terhormat di mata umatnya. Dan masih banyak lagi pemikirannya, yang membuat saya dan suami terkagum kagum dan “njleb” banget menampar kami yang rencananya akan “bersenang senang” dengan menonton film.

Saking kagumnya suami dengan sosok beliau, ia langsung browse profil nya, website nya dan ternyata memang mengagumkan. Trainer olimpiade matematika internasional ini, selalu mendahulukan aspek spirutual saat mengajar dibanding teori matematika nya. Terbukti, prestasi anak didiknya meningkat dari tahun ke tahun.

Sampai jelang tengah malam, saya dan suami menyaksikan penampilan spektakuler sang Trainer ini, membuat kami terkesima, suami mengangguk anggukan kepalanya sebagai tanda persetujuan atas apa yang disampaikannya. Akhirnya kami meng”cancel” rencana menonton kami. Langsung mikir dan merenung, sepertinya kami sengaja ditegur Allah lewat acara tadi, yang lucunya setelah itu JakTv menyiarkan acara tahun baru di tempat lain, tak ada lagi yang disiarkan dari masjid At Tiin. Jadi seolah olah pertunjukkan itu adalah khusus peringatan untuk saya dan suami. Alhamdulillah masih diingatkan untuk lebih baik lagi

Semoga Bermanfaat

Senin, 020117.14.16
#odopfor99days#part2#day1

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit