Saturday, January 28, 2017

Jika Anak Ingin Mandiri, Orangtua Mendukung atau Memanjakan?




Setelah belajar komunikasi produktif dan belajar melatihnya dengan cara ngobrol bareng suami, kali ini saya belajar mempraktekkannya dengan anak saya Eza yang sebentar lagi menginjak usia 3 tahun.
Si 3 tahun ini lagi senang senangnya melakukan segala sesuatu sendiri, tanpa dibantu kami sebagai orang tua nya. Saat mandi, misalnya, ia senang sekali saat bisa mengambil sikat gigi sendiri, padahal itu ada di tempat tinggi, saya mengamati apa strategi yang dia lakukan untuk mengambil sikat gigi, ternyata dia tutup kloset nya dan dia naik diatas kloset. Anak pintar...

Lain waktu saat mau ganti pakaian, saya bilang :

Bunda : “Mas, sini bunda bukain baju nya”
Eza      : Mas udah bisa sendiri
Bunda : bagus, pinter, coba bunda lihat...


Ternyata dia berusaha membuka celananya sendiri, dan berhasil. Tantangan berikutnya adalah membuka bajunya. Berkali kali dia nyoba, akhirnya dia nyerah

Eza      : Bunda, mas ga bisa....
Bunda : Bukan ga bisa, belum bisa, sini bunda bantu...

Untuk hal hal tertentu, kita harus memberi kesempatan dia untuk belajar mandiri, tapi kalau dia sudah menyerah, tak ada salahnya membantu. Memang seringkali orang tua ga sabar menunggu proses anaknya bisa mandiri, kita sering melihat anak SD yang seharusnya sudah mengerjakan sesuatu secara mandiri seperti memakai baju, memakai sepatu, mempersiapkan perlengkapan sekolah, dan lain lain. Ini biasanya karena orang tua tak sabar menanti anaknya belajar memakai sepatu, karena lama akhirnya orang tua yang memakaikan. Urusan baju dan mandi, masih saja menjadi urusan orang tua yang seharusnya sudah menjadi urusan anak.

Jangan jangan, banyak generasi muda sekarang yang belum bisa mandiri saat menikah, karena dulu saat kecilnya, orang tua “cenderung memanjakan” bukan memberinya waktu untuk berproses mandiri. Saya melihat beberapa saudara saya, saat sudah kuliah dan menikah pun, tak bisa lepas dari orang tua. Sepertinya ini karena pola asuh yang cenderung memanjakan anak saat masa kecilnya.
Baiklah, saatnya saya belajar bagaimana membuat anak mandiri sejak kecil. Mandi dan toilet training, alhamdulillah sudah berhasil. Peer saya yang belum berhasil adalah melatih Eza makan sendiri. Rasanya ga sabar juga melihat dia lama makannya kalau makan sendiri, si mba nya juga ga sabar kalau melihat Eza belajar makan, jadi berantakan. Saatnya belajar komunikasi produktif juga dengan mba pengasuh di rumah... semangaat...

Semoga Bermanfaat

Sabtu, 280117.07.00
#hari3
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

#odopfor99days#part2#day7

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit