Friday, January 6, 2017

Hikmah Ngantri BPJS : Hujan dan Al-Qur’an


Semalam sekitar jam 7, saya dan suami pergi ke klinik faskes 1 untuk berobat Eza karena Eza mengeluh sakit di area anus. Saya sebenarnya sudah malas pergi karena membayangkan antrian panjang yang pastinya cetar membahana. Tapi suami semangat pergi dan tetap “keukeuh” ngajak berobat. Ya sudahlah demi taat pada suami, akhirnya memaksakan pergi walau mager alias malas bergerak. Dan sesuatu yang menarik pun ternyata menanti seiring ketaatan istri pada suami, cieeh

Saat tiba di klinik, saya langsung menyerahkan kartu BPJS Eza. Sambil menunggu, Eza memilih ikut main bareng papa nya diluar, ada ayunan yang menarik buat Eza. Saya memilih menunggu di dalam, sambil menunggu Eza dipanggil. Awalnya biasa deh main gadget, buka hape, medsos ria. Lama-lama bosan, akhirnya saya pun tadarus, lumayan malam Jumat bisa baca Al-Kahfi. Diselingi ada teman mas yang datang berobat, ngobrol sebentar, lanjut lagi ke hape. Pas jam 8, Eza belum dipanggil dan hujan pun turun dengan lebat nya. Saya langsung menggumam dalam hati, alhamdulillah hujan, mungkin ini salah satu hikmah ngantri tadi, saat hujan turun, kami masih terlindung di klinik ini dan tak kehujanan. Sempat mengamati orang berlalu lalang di klinik, betapa ni’mat sehat itu mahal harganya. Itulah kenapa kita dianjurkan memanfaatkan waktu sehat sebelum sakit.

Setelah menunggu lama, Papa Eza tak sabar, ia pun masuk ke dalam saat saya masih tadarus. Dia bilang, ko lama banget belum dipanggil padahal yang baru datang sudah masuk. Saya membela diri, dari tadi di dalam, rasanya belum dipanggil ko. Akhirnya kami memberanikan diri menghadap pihak resepsionis, dan menanyakan giliran Eza. Sang karyawati yang bertugas pun segera mengecek ke ruang dokter, yang saat itu ada 2 dokter yang sedang bertugas. Ternyata di dokter 2, katanya sudah dipanggil dua kali. Padahal rasanya saya tak mendengar panggilan itu. Ya sudahlah, saya masuk tepat pukul 8.15, tepat satu jam 15 menit dari menyimpan kartu Eza hingga masuk ke ruang dokter. Setelah berobat pun, masih harus menanti racikan obat. Ternyata pelayanan publik kita masih menjadi peer bersama, padahal kami bayar BPJS tiap bulan, kalau telat bayar didenda, tapi pelayanan lama, kami masih harus pasrah dan bersabar.

Setelah mengambil obat, kami pun pulang dan hujan sudah reda, alhamdulillah. Setiap kejadian apapun, tetap saja kita tak boleh mengeluh dan harus mengambil hikmahnya. Ternyata menunggu antrian lama, hikmahnya adalah menanti hujan dan bisa baca Al-Qur’an dengan tenangnya. Kalau jam segitu di rumah, belum tentu digunakan untuk tadarus Al-Qur’an. Daripada mengeluhkan apa yang terjadi, lebih baik kita fikirkan hal positif apa yang bisa kita lakukan dari yang kita keluhkan itu. Karena kalaupun kita mengeluh, sesuatu itu tetap saja terjadi. Tugas kita adalah MEMILIH, memilih melakukan hal positif atau negatif.

Semoga Bermanfaat

Jumat, 060117.08.35
#odopfor99days#part2#day2

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit