Thursday, May 18, 2017

Hari 4 Program Hamil 40 Hari: Memperbanyak Amal Sosial



Hari keempat program hamil ini saya coba untuk terus memperbanyak amal sosial, selain mencoba istiqamah dalam ibadah ritual. Mempertahankan bisa shalat berjamaah di masjid selama 40 hari itu ternyata tantangan yang sungguh tak mudah. Setelah kemarin hanya tertinggal shalat dhuhur berjamaah di masjid, hari ini malah shalat dhuhur dan ashar yang ketinggalan dilakukan di masjid. Tetap dilakukan berjamaah di rumah, karena sejak pagi mengantar teman ke Summarecon dan sorenya Eza baru bangun tidur jadi tak bisa ke masjid.

Paginya saya mencoba mengajak Eza bermain bareng temannya deket rumah yang sedang tidak sekolah. Mengajak jalan temannya anak kita itu akan membuat keduanya senang, yah anak kita, yah temannya karena mereka bisa bermain bareng. Biasanya saya mengajak Eza main dan di lokasi, dia bermain sendiri. Kali ini dia senang banget karena bisa bermain bareng temannya. Semoga membahagiakan oranglain walaupun anak kecil, termasuk sedikit dari amal sosial yang menjadi ladang pahala saya.

Siangnya, pukul 10, saya mengantar teman ke Summarecon, dia ingin memperbaiki jam tangnnya. Biasanya saya mengantar dia dengan menggunakan motor tapi saya sedang kurang sehat maka kami pun nge grab. Setelah memperbaiki jam, disertai jalan-jalan dan makan siang disana, kami pun pulang. Sampai rumah menjelang pukul 1 siang, untungnya mba nya belum shalat dhuhur jadi saya punya teman untuk shalat dhuhur berjamaah.

Wednesday, May 17, 2017

Hari 3 Program Hamil 40 Hari: Semangat Melayani Umat



Hari ketiga ini saya habiskan untuk pergi ke Tanah Abang bareng temen, untuk melayani kebutuhan seragam siswa baru, dalam hal ini koperasi. Sebenarnya, urusan koperasi ini susah-susah gampang. Untuk jahit baju, kami dah punya rekanan. Tapi tahun ini, ada tambahan fasilitas yang didapat siswa baru yaitu kaos kaki dan peci, yang tahun lalu ga ada. Maka saya harus hunting untuk mencari supplier kaos kaki, peci dan daleman kerudung untuk siswi putri.

Berangkat jam 8 dari Rawabuntu, kami tiba di Tanah Abang pukul 9 pagi. Suasana lalu lintas dan pengunjung padat sekali karena menjelang bulan Ramadhan. Saya sebenarnya tak suka berbelanja, tapi karena koperasi ini urusan umat, maka saya harus semangat melayani. Siapa tahu, semangat saya melayani umat ini, menjadi ladang pahala dan menjadi faktor penentu yang mempermudah urusan-urusan saya.

Setelah bolak balik ke blok A dan F, untuk urusan daleman kerudung dan neci kerudungan, akhirnya saya dapat juga peci hitam di blok F yang harnganya lumayan bersahabat. Saya beli dulu satu kodi atau 20 buah, ternyata jadinya dua dus yang lumayan berat saat saya harus angkut menuju stasiun Tanah Abang. Kadang terbersit dalam hati, untuk apa saya cape-cape melakukan semua ini, memilih berjuang di koperasi. Tapi saya ingat bahwa bisnis sosial saya, jalannya adalah melalui koperasi. Saya berbisnis bukan untuk pribadi, tapi untuk dinikmati oleh anggota koperasi yang berjumlah 100 orang. Walaupun tidak banyak, semoga yang bisa menikmati kentungan koperasi, bahagia dan bermanfaat  untuk keluarganya.

Hari ketiga ini hanya shalat dhuhur saja yang tidak dilakukan berjamaah di masjid. Masih tetap berjamaah hanya saja di rumah. Alhamdulillah ibadah lainnya Allah mudahkan.

Tuesday, May 16, 2017

Hari 2 Program Hamil 40 Hari: Gagal Tahajud



Hari kedua program hamil 40 hari ini membuat saya sedih karena saya gagal bangun untuk shalat tahajud, bahkan shalat shubuh pun kesiangan, untungnya suami juga gitu jadi masih bisa shalat shubuh berjamaah bersamanya. Penyebabnya adalah karena amal sosial. Mudah-mudahan alasannya masih bisa diterima, maka saya tetap lanjutkan program ini. Kemarin sesudah membelikan keramik untuk sepupu suami, semalam kami antarkan keramik ini ke rumahnya di daerah Kebagusan Raya Jakarta Selatan. Salut juga sih sama suami karena allout membantu sepupunya. Sudah mah minta dibelikan keramik, diantarkan pula. Service excellent deh.

Inilah yang saya kagumi dari suami, ibadah ritual kadang memang dia tidak selalu konsisten, tapi kalau sudah ibadah sosial, urusan membantu dan melayani orang lain, dia tidak pernah itung-itungan. Dia berprinsip bahwa urusan hablum minannas itu harus didahulukan. Dia jarang marah, sering mengalah dan senang melayani orang lain. Saat siswa datang ke rumah malam-malam pun, dia layani sepenuh hati. Dia sering mengingatkan saya untuk lebih ramah melayani siswa, biasa perempuan kan suka jutek gitu haha mencari pembenaran.

Setelah mengantarkan keramik ke rumah sepupu, kami baru tiba pukul 10 malam lewat, itupun tak bisa langsung tidur. Biasa emak emak, beberes dulu. Ternyata bangunnya kesiangan, tak sempat shalat shubuh berjamaah di masjid.

Paginya setelah apel bareng siswa, saya mengajak Eza main. Tempat favorit main kami ya di taman bermain dekat taman jajan BSD. Disitulah saya sering mengajak Eza main, ada perosotan, ayunan dan lain-lain. Bahagia itu saat melihat Eza menikmati waktu bermainnya, tertawa lebar dan bergerak bebas. Setelah itu, saya mengurus urusan koperasi mulai dari ke bank, ke pegadaian untuk membayar cicilan haji dan lain-lain. Sambil mengajak Eza jalan, saya sempatkan juga mengurus titipan siswa seperti membeli keperluan sehari-hari, selain tentu saja urusan koperasi. Saya berharap, amalan kecil seperti ini bisa menutup kekurangan ibadah saya dan menjadi tabungan amal saya di hari akhirat nanti.  Dan turut melancarkan hajat dan keinginan keluarga kecil kami dalam segala hal. Aamin

Semoga Bermanfaat

Selasa, 160517.06.00
#odopfor99days#semester2#day4

#ProgramHamil40Hari#part2#day2

Postingan Favorit