Monday, May 1, 2017

Day 8 : Mengamati Gaya Belajar Eza



Pagi hari di hari ke-8 pengamatan gaya belajar Eza, setelah shalat subuh, saya Eza dan mbak nya pergi naik kereta ke Balai Kartini Jakarta untuk mengikuti Sweety Baby Dance. Eza belum bangun menjelang pergi, karena acaranya jam 6 pagi, maka kami berangkat pukul 5.30 menuju stasiun Rawabuntu, trus berhenti di Stasiun Palmerah, disambung dengan grab menuju Balai Kartini. Kami tiba disana pukul 6,30, untungnya acaranya belum dimulai.

Acara ini merupakan acara Sweety Baby Dance Mother and Baby Fair, yang diselenggarakan dalam rangka promosi produk baru Diapers Sweety dengan cara mengundang beberapa komunitas, diantaranya komunitas Twins Indonesia, Institut Ibu Profesioanl (IIP) dan lain-lain. Saya dari komunitas IIP bersama teman-teman lain, datang sebanyak 7 orang. Selain mendapat goodie bag, konsumsi dan ilmu tentang baby dance, juga mendapat uang transportasi. Lumayan lah buat emak emak mah.

Acara ini juga dihadiri oleh Sarwendah sebagai ambassador produk sweety. Sempet juga nih iseng difotoin sama si mba, ternyata Sarwendah mungil dan cantik euy. Ini fotonya.




Sunday, April 30, 2017

Hari Ke-15 : Program Hamil 40 Hari: Sharing Homeschooling



Hari Sabtu kemarin ternyata sudah memasuki hari ke-15 dari 40 hari program hamil saya. Alhamdulillah saya menikmati sekali prosesnya. Saya sering melarang mba di rumah untuk shalat, jika saya pulang terlambat dan belum shalat, alhamdulillah selama ini tidak ketinggalan shalat berjamaah. Evaluasinya adalah selama shalat berjamaah ini, saya belum memaksimalkan shalat berjamaah di masjid, dan masih belum tepat waktu. Saya hanya mengejar shalat berjamaahnya, tapi tidak mengejar di awal waktunya. Semoga ke depan, saya bisa lebih baik lagi.

Pagi hari, saya belanja ke Batan dengan mengajak Eza. Setelah itu, saya bertemu dengan konsultan software keuangan untuk melatih karyawan koperasi mengoperasikan software keuangan tersebut. Kami bertemu pukul 10 kurang di koperasi dan langsung praktek mengoperasikan software keuangan koperasi. Papanya Eza, walau baru pulang dari Jambi, ternyata pagi tadi harus berangkat lagi untuk mengantar anak lomba di SMA Daar El Qolam Gintung, yang kebetulan keponakan saya sekolah disana, dan bisa menitipkan amplop ulang tahun untuknya.

Siang harinya, saya mengikuti sesi sharing kelas fasilitator homestay yang membahas tentang Bahasa Bakat, bertempat di rumah salah satu membernya di Perumahan Sevilla. Alhamdulillah, papa nya Eza sudah datang jadi bisa menemani Eza tidur siang, sementara si bunda belajar lagi tentang pendidikan khususnya homeschooling. Rencananya saat dia TK, saya takkan memasukkan Eza ke sekolah formal, tapi belajar dengan saya sebagai bundanya di rumah. Untuk menyiapkannya, saya harus belajar banyak tentang homeschooling terlebih dahulu.

Day 7 : Mengamati Gaya Belajar Eza



Setelah si papa pulang dinas dari Jambi, akhirnya si papa ngajak jalan juga di sore hari yang cerah. Alhamdulillah jalanan lancar dan tidak macet. Memang jalan-jalannya masih seputar mall, tepatnya kami pergi ke ITC. Eza langsung menikmati area bermain, dengan naik kuda-kudaan, kereta dan lain-lain, sementara bunda dan papa bergantian menemani Eza bermain. Setelah itu, kami ke Carrefour untuk membeli berbagai keperluan. Eza biasanya seneng banget dan minta naik troli untuk didorong. Setelah itu, kami shalat magrib di area mall. Penuh sesak ternyata tapi bersyukur karena itu menunjukkan animo umat muslim untuk shalat pada waktunya masih tinggi.

Usai shalat, Eza baru selesai makan es krim. Saya membiasakan Eza untuk membuang sampah pada tempatnya. Untungnya di area mall, banyak tempat sampah yang tersedia, termasuk di depan mushalla. Saya sempat mengabadikan momen saat Eza membuang sampah di tempatnya seperti yang terlihat dalam foto diatas. Eza senang sekali jika diminta bergerak, kinestetiknya memang dominan.

Setelah belajar tentang teori gaya belajar, saya ingin sharing tentang ciri anak yang memiliki gaya belahjar kinestetik. Setelah 6 hari pengamatan, saya menyimpulkan Eza dominan di kinestetiknya, walaupun tetap visual dan auditori nya juga harus diberikan stimulus yang terus menerus agar semua potensinya bisa muncul dan berkembang. Dari beberapa sumber, ciri-ciri anak yang memiliki gaya belajar kinestetik adalah :

      1.      Terlihat menonjol dalam kemampuan fisik (terlihat lebih kuat, lebih lincah) daripada anak-anak seusianya.
      2.      Menggunakan sebagian/seluruh anggota tubuhnya secara aktif untuk menyatakan keinginannya
      3.      Senang bergerak dan cenderung tidak bisa diam dalam satu posisi untuk waktu yang lama.
      4.      Senang pada aktivitas fisik seperti memanjat, meloncat dan lain-lain.

Postingan Favorit