Friday, April 28, 2017

Day 5 : Mengamati Gaya Belajar Eza




Hari kelima ini, saya baru sempat bermain sama Eza setelah shalat Jumat tadi. Paginya saya belanja ke Tanah Abang untuk oleh-oleh lebaran keluarga Kudus. Saat saya pulang dari Tanah Abang, seperti biasa Eza nanya oleh-oleh. Saya kasih makanan dan baju, tadinya bajunya pengen langsung dipakai saking senengnya, tapi setelah dibujuk untuk dipake pas sore nanti, akhirnya mau juga. Setelah beres shalat dhuhur jamaah sama mba nya, saya pun langsung main sama Eza.

Hari ini sesuai agenda, permainan yang saya siapkan adalah mengenal angka. Kebetulan kemarin saya sudah beli puzzle angka, Eza seneng banget pas dikasih mainan berupa puzzle angka, walaupun setelah dibongkar, dia belum bisa masang lagi. Beberapa kali saya pancing dengan mainan puzzle, Eza ga terlalu antusias, kenapa ya... mungkin memang belum saatnya. Saat saya coba pandu dia untuk masang puzzle, eh dia malah megang lap pel dan bergerak ngepel haha... kinestetiknya tersalurkan deh. Seperti terlihat dalam gambar berikut. Agak buram, karena moment anak bermain itu memang tak terduga dan cepat sekali, mengabadikannya pun harus cepat-cepat karena momennya cepat sekali berganti.



Setelah itu si bunda memperdengarkan bilangan 11-15, karena 1-10 dia sudah hafal dengan 3 bahasa yaitu bahasa Arab, Inggris dan Indonesia. Kali ini saya berikan stimulus untuk auditorinya, dia dengerin sih tapi sambil bercanda, misalnya saat saya bilang sebelas, dia jawab “tiga belas”, maksud saya biar dia ngikutin apa yang saya perdengarkan, ternyata dasar anak humoris, ada aja perilakunya yang bikin ketawa. Trus saat saya bilang “dua belas”, dia bilang “lima belas” haha ya sudahlah mas semaunya kamu aja asal kamu bahagia ...

Thursday, April 27, 2017

Day 4 : Mengamati Gaya Belajar Eza



Hari ini saya (baru) mulai menyusun program stimulus gaya belajar Eza. Ternyata baru sadar bahwa saya jarang memberikan stimulus untuk auditorinya. Banyak menstimulus untuk visual dan kinestetiknya, pantas saja kalau Eza terlihat sementara ini dominan visual dan kinestetiknya.

Hari ini agendanya adalah memperkuat huruf hijaiyah. Saya belikan puzzle hijaiyah, saya putarkan lagu mengenal huruf hijaiyah, beberapa huruf sih dia sudah hafal. Saat memutarkan lagu hijaiyah, stimulus untuk visual dan auditori nya dapet, sambil melihat, ia juga mendengarkan lagunya. Walau belum bisa menirukan saat lagunya dimatikan, minimal sudah terekam di kepalanya tentang huruf hijaiyah. Memperkuat yang selama ini sudah dipelajarinya.

Untuk puzzle hijaiyah, ternyata si mba nya ga sabar. Baru masang huruf alif, langsung saja dibantu mba nya untuk memasang puzzle huruf hijaiyah. Eza belum antusias untuk memasang semua puzzle ini sendirian, dia lebih tertarik menonton dan mendengarkan tayangan mengenal huruf hijaiyah. Untuk kinestetik, rencana saya hari ini menghafal huruf hijaiyah, gagal terlaksana karena si bunda harus menemui tamu penting sang pendiri IIP.  Berarti besok agendanya bertambah, rencana hari Jumat dan stimulus kinestetik hari ini yang belum terlaksana. Semangaat ...

Semoga Bermanfaat

Kamis, 270417.14.40
#odopfor99days#part2#day79
#tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#Day4

#KuliahBunsayIIP

Hari Ke-12 : Program Hamil 40 Hari: Belajar Ilmu Yakin dari Wirda Putri Ust Yusuf Mansur



Saat saya mengerjakan beberapa tugas di laptop, saya browse you tube untuk mencari materi mengajar. Tak sengaja, terbuka lah tayangan acara Hitam Putih Trans TV yang mengundang anak-anak para ustadz terkenal yaitu anak Ust Yusuf Mansur, Ust Wijayanto dan Ust Jeffri Al-Bukhori. Sebenarnya bisa jadi bukan tak sengaja, tapi sengaja Allah kirimkan agar saya dengarkan tayangannya dan turut memperkuat keyakinan saya tentang program hamil 40 hari ini. Wirda putrinya Ust Yusuf Mansur ternyata punya pengalaman yang lebih keren, saat meminta handphone pada Allah dan “mengancam” harus ada dalam waktu dua minggu.

Jadi ceritanya, Ust Yusuf Mansur mengajarkan pada anak-anaknya jika punya keinginan apapun, sampaikan pada Allah, jangan minta pada orangtua. Dan ia ajarkan juga di beberapa taushiahnya, bahwa jika menginginkan sesuatu, seringlah menghadirkan “keinginan” itu, lalu bacakan shalawat sebanyak-banyaknya. Maka saat Wirda ingin laptop edisi terbaru saat itu, ia tak memberitahu orangtuanya. Ia cari gambarnya di internet, ia print gambarnya dan ia tempelkan di tempat yang sering terlihat setiap hari. Lalu ia bacakan shalawat sambil memegang gambar itu, setiap hari.

Pada hari ke-14, Wirda diajak ke mall sama ibunya, saat ibunya mengajak makan, ia pergi sendiri ke toko handphone, ia bacakan shalawat barulah ia kembali untuk makan bersama keluarganya. Mungkin orangtuanya maklum dengan kebiasaan anaknya, walaupun ia tak memberitahunya langsung, tapi sepertinya ibunya tahu tanpa harus diberitahu. Setelah makan, ternyata Wirda langsung pulang. Sempat kesal dalam hati, ko udah 14 hari belum ada tanda-tanda datangnya laptop. Akhirnya Wirda pun pulang dan pasrah, sudah tak berharap lagi.

Postingan Favorit