Monday, February 7, 2022

Bisnis Sukses Ala Rasulullah Saw

 


Hari Senin ini, jadwal belajar saya adalah terkait tema bisnis. Kali ini kita akan membahas tentang Bisnis Sukses ala Rasulullah Saw. Rasulullah adalah sosok yang layak untuk diteladani dalam segala bidang, baik sebagai ayah, kakek, suami, kepala negara dan juga sebagai pengusaha. Maka sudah seharusnya kita belajar dari Rasulullah, termasuk dalam hal berbisnis ini.

Ada 3 video yang saya jadikan referensi dalam tulisan kali ini

Video pertama adalah dari Dewa Eka Prayoga, seperti yang tercantum diatas .

Berikut catatan penting dari videonya.

Modal sukses sebagai pengusaha ternyata bukan uang atau hal yang diluar diri kita, tapi ternyata modalnya adalah integritas kita sebagai pribadi. Ada 4 karakter pada diri Rasulullah yang menjadi modal sukses sebagai pribadi dan pengusaha, yaitu

1.      Siddiq                    : jujur

2.      Amanah                 : dapat dipercaya

3.      Tabligh                  : komunikatif

4.      Fathonah               : cerdas (melihat peluang)

Bagaimana implementasi keempat karakter tersebut dalam dunia digital saat ini?

1.      Siddiq                    : ilmu “branding”. Yaitu diri kita harus dikenal sebagai pribadi yang jujur.

2.      Amanah                 : ilmu “marketing”, jika sudah terpercaya maka urusan  pemasaran menjadi hal yang sangat mudah. Orang akan percaya dengan produk yang dipasarkan.

3.      Tabligh                  : ilmu “promosi” yaitu bagaimana mengkomunikasikan sebuah “produk” menjadi

4.      Fathonah               : ilmu “inovasi” yaitu kreatif dan cerdas menciptakan inovasi untuk scale up dll.

Video kedua adalah dari Ust. Adi Hidayat, linknya disini.

Saat Rasulullah berbisnis, tidak pernah kembali modal. Pasti kembali nya untung, dan semua senang, pembeli senang, yang jual senang, sekelilingnya juga senang. Maka saat Khadijah melihat hasil Rasulullah berdagang, sangat senang karena profitnya selalu besar. Dan para sahabat yang dilatih Rasulullah dalam berbisnis, sukses menjadi pengusaha, baik kaya di dunia, dan juga sukses di akhirat, yaitu masuk surga. Jadi paket lengkap yaitu kaya dan shalih.

Diantara cara yang dilakukan Rasulullah dalam berbisnis adalah:

1.      Rasulullah memberitahu pembeli harga modal barangnya, untungnya ditentukan sendiri oleh pembeli, tidak ada margin khusus. Ini ternyata salah satu kunci suksesnya bisnis Rasulullah Saw

2.      Jika di pasar ada beberapa penjual yang jualannya belum laku, maka pembeli dipersilakan untuk membeli dari pedagang lain, sehingga semuanya sama sama laku. Jadi suasana pasar, semua penjual saling membahagiakan, bukan saling bersaing. Sesama penjual saling berkolaborasi.

3.      Tidak menipu

4.      Tidak berbohong

5.      Hindari riba

 

Video ketiga adalah dari KH. Zainuddin MZ, linknya disini.

Ada satu bisnis yang ditawarkan Allah dalam Al-Qur’an, yang bisa menyelamatkan dari adzab neraka, yaitu terdapat dalam Al-Qur’an surat As-Saff ayat 10-11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (١٠) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١١)

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari adzab yang pedih. (10). Engkau beriman kepada Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. (11)”.

Pada ayat tersebut, ada 2 hal yang disebut “perniagaan” yang menyelamatkan dari adzab neraka:

       1.      Beriman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya

       2.      Berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa

Dan satu lagi konsep dalam Islam yang paling hebat yaitu konsep sedekah. Dalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 261, disebutkan bahwa balasan bagi orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, akan dibalas 700 kali lipat

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah ayat 261)

Dalam tafsir Al Misbah, Prof Quraish Shihab menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan penekanan Allah kepada orang-orang yang memiliki harta agar bersedekah dengan ikhlas di jalan Allah, baik dengan membangun sekolah, jalan raya, membantu korban bencana alam dll. Terkait dengan adanya nominal 700 kali lipat, bukan berarti membatasi kekuasaan Allah tapi merupakan iming-iming dari Allah bahwa harta yang disedekahkan di jalan Allah akan mendapat pahala yang sangat besar.

Konsep sedekah ini lah yang profit nya lebih besar dari perdagangan apapun, karena selain mendapat balasan di dunia, juga akan dibalas Allah di akhirat

Wallahu’alam.

Senin, 7 Februari 2022, 14.20 (rumah dinas)


No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit