Sunday, April 30, 2017

Hari Ke-14 : Program Hamil 40 Hari: Horee Papa Pulang dari Jambi



Alhamdulillah hari ke-14 program hamil 40 hari ini, saya merasa lebih ringan untuk menjalaninya. Allah memudahkan saya untuk melanjutkannya, indah sekali merasakan prosesnya. Saya tidak lagi fokus untuk hamil dalam 40 hari ini, tapi saya menikmati prosesnya menjaga konsistensi ibadah saya untuk menjaga kewarasan saya sebagai emak emak. Dengan berbagai kesibukan sebagai istri, ibu, pegawai, manager keuangan IIP, fasilitator bunda sayang, bendahara koperasi, rasanya tubuh ini remuk redam setiap harinya. Jika tidak karena pertolongan Allah, rasanya tak sanggup menjalani semua ini. Emosi pun terkuras habis, jika hasil yang kita kerjakan, tak sesuai harapan. Hanya dengan menjalin komunikasi dengan Allah lah, saya bisa menjadi kuat dan bertahan.

Hari Jumat kemarin, saya pergi ke tanah abang bareng sahabat saya, untuk membeli segala keperluan lebaran. Saya lebih banyak membeli untuk keluarga di Kudus, tidak membelikan untuk keluarga saya sendiri di Tasik. Saya beli baju untuk mertua dan bule serta bude nya suami. Juga beberapa membeli baju untuk sepupunya Eza di Kudus dan baju Eza walau cuma satu. Butuh anggaran tidak sedikit untuk mempersiapkan kebutuhan lebaran, tapi insya allah diniatkan menjalin silaturahmi, semoga menjadi sedekah yang bermanfaat bagi keluarga suami.

Setelah beres belanja, kami langsung pulang ke Serpong dan mampir di pizza Italia yang baru buka, tepatnya baru kami lihat. Bernostalgia dengan kenangan ke Eropa beberapa tahun lalu, kami mencoba pizza ini, rasanya memang beda dengan pizza hut tapi enak enak aja sih bagi kami yang doyan makan haha. Setelah beres mengisi perut, kami pun langsung pulang. Beruntung, pintu gerbang sekolah belum ditutup walau di masjid sedang berlangsung khutbah Jumat. Biasanya gerbang ditutup jika shalat Jumat sedang dilaksanakan.

Sampai di rumah, Eza seperti biasa menanyakan oleh-oleh. Dia senang sekali saat dibelikan baju dan ingin langsung dipake, tapi saya bujuk supaya pake nya nanti sore saja setelah tidur, awalnya ga mau tapi setelah dibujuk dengan berbagai cara, terutama makanan karena Eza doyan makan, akhirnya luluh juga. Setelah beres makan, Eza tak mau tidur, main saja terus.

Sorenya kami jalan-jalan sambil beli makanan untuk menyambut si papa yang akan pulang dinas malam ini dari Jambi. Eza dah tidur dari jam 19.30, sementara si bunda mempersiapkan diri menyambut suami, sambil nonton drama korea supaya ga ketiduran. Dan si papa pun datang jam 21.30, alhamdulillah. Dan si bunda pun menghentikan nonton drama korea dan segera melayani kebutuhan suami, lahir dan batin. Semoga menjadi ikhtiar yang turut melancarkan program hamil 40 hari ini. Aamiin.

Semoga Bermanfaat

Ahad, 300417.04.40
#odopfor99days#part2#day83
#ProgramHamil40Hari#part1#day14


Day 6 : Mengamati Gaya Belajar Eza



Setelah sebelumnya bikin rencana untuk aktivitas Eza, kali ini si bunda pengen alamiah, (alibi dari ga sempet merencanakan). Hanya mengamati dari aktivitas Eza, ternyata kalau anak diberikan stimulus untuk seluruh aspek gaya belajar, akan tereksplorasi semua potensinya. Jadi memang jangan terjebak dengan label “visual, auditori dan kinestetik”, karena itu hanya akan mematikan beberapa potensinya. Maksudnya adalah jangan cepat menyimpulkan bahwa anak kita visual, lantas terus saja diberikan aktivitas yang merangsang visual dia dan mengabaikan untuk memberikan sitmulus pada audiori dan kinestetiknya. Karena bisa jadi sebenarnya anak kita membutuhkan rangsangan di semua aspeknya, tapi karena kita cepat menyimpulkan bahwa anak kita visual misalnya, sehingga dia ga mendapat stimulus untuk auditori dan kinestetiknya.

Kemarin, saya ajak Eza ke Big Sale Gramedia di Taman Tekno BSD untuk memperkenalkan Eza pada buku. Sebenarnya dia kelihatan ngantuk karena tidak tidur siang, tapi sore itu setelah ashar saya merasa agenda itu lah yang memungkinkan untuk dilakukan berhubung padatnya jadwal si bunda, sementara si papa masih dinas di Jambi.

Saat saya ajak Eza naik motor sama mbaknya, saya intip di spion mata Eza udah 5 watt saking ngantuknya, tapi saya ajak ngobrol terus Eza nya sehingga sampai di lokasi, Eza tetap bangun. Soalnya kalau dah merem, agenda si bunda bisa batal untuk mengenalkan berbagai jenis buku pada Eza. Saat nyampai sana, ternyata dah sepi. Wah jangan-jangan udah tutup nih. Tapi si bunda tetap melanjutkan rencana, kami langsung masuk, langsung lihat-lihat buku. Memang tinggal satu pembeli yang terlihat, tapi saya tetap melihat-lihat buku. Eza malah pengen dibuka sandalnya, trus megang-megang buku sambil jalan-jalan mengelilingi berbagai rak buku.

Friday, April 28, 2017

Hari Ke-13 Program Hamil 40 Hari: Menerobos Hujan Demi Shalat Dhuhur Jamaah dan Rejeki Ketemu Founder IIP



Hari Rabu kemarin, saya ajak Eza naik kereta ke Parung Panjang untuk jalan-jalan, sambil lihat rumah teman. Ternyata dari stasiun masih berojek ria dan lumayan jauh jaraknya, untung Eza ga rewel dan seneng jalan. Cukup dengan makanan dan minuman, Eza mah langsung anteng ga rewel. Tadi saja baru turun dari kereta dah bilang laper aja, tapi si bunda masih nahan diri ga langsung jajan, jalan terus muter pasar nyari gado-gado ternyata ga ada. Akhirnya nemulah bakso dan mie ayam. Eza milih baso, takut ga habis, saya ga pesen apa-apa. Ternyata Eza beneran laper dan makan semua baksonya, si bunda cuma makan mie dan bihun plus sepotong dikit basonya. Ternyata Eza beneran laper euy. Enak banget deh punya anak kaya Eza yang doyan segala macem.

Setelah itu, kami pergi menuju perumahan dan langsung pulang lagi berkereta ria. Ternyata hujan deras pas sampe di Rawabuntu. Sempat menunggu sebentar, akhirnya saya putuskan untuk menerobos hujan karena saya belum shalat dhuhur. Saya sudah takut akan kehilangan momen dhuhur berjamaah. Saya langsung wa mba nya, menanyakan sudah shalat dhuhur belum, alhamdulillah belum. Selamat lah saya hari ini, kalau hari ini tidak shalat dhuhur berjamah, maka saya harus mengulang dari awal, seperti saat saya dulu gagal shalat isya berjamaah di percobaan pertama program hamil 40 hari.

Hari Kamis kemarin, pada hari ke-13 program hamil ini, saya bertemu orang spesial founder Institut Ibu Profesional yaitu Bu Septi dan keluarganya. Beruntung sekali saya bisa bertemu keluarga inspiratif ini di BSD, tanpa harus pergi ke Salatiga. Maka saat Bu Septi menawarkan bertemu, langsung saya iyakan dengan mengajak pengurus IIP Tangsel. Dan pertemuan indah ini terjadi di Hotel Santika Premier dekat ICE BSD. Banyak hal menarik yang disampaikan Bu Septi dan keluarga. Tentu saja momen yang tak boleh dilupakan adalah foto bersama.

Foto pengurus IIP Tangsel dengan Bu Septi



Foto dengan anak-anak Bu Septi



Foto dengan Pa Dodik dan Bu Septi



Semoga Bermanfaat

Jumat, 280417.15.30
#odopfor99days#part2#day81
#ProgramHamil40Hari#part1#day13

Postingan Favorit