Saturday, May 14, 2016

Tugas Matrikulasi Nice Home Work#1





Sebagai anggota komuntas IIP (Ibu Ibu Profesional) yang juga sebagai koordinator daerah, saya sadar saya harus banyak belajar menjadi ibu yang baik dan profesional. Adanya kelas matrikulasi yang memfasilitasi kami sebagai koordinator dan pengurus kelas belajar di daerah, merupakan kesempatan emas yang tak boleh disia-siakan. Awalnya saya ragu mengikuti kelas ini, karena saya khawatir  tak dapat menjalankan amanah untuk mengerjakan tugasnya, tapi ternyata “paksaan” sesama coordinator, akhirnya meluluhkan hati saya untuk mengikuti kelas ini. Dan setelah mengikuti materi pertamanya yang diselenggarakan di hari Senin tanggal 9 Mei 2016 pada pukul 20.00-21.00, saya tidak menyesal, malah sangat bersyukur sekali akhirnya dapat mengikuti kelas matrikulasi ini.

Pada materi pertama kelas matrikulasi ini, dibahas secara lebih mendalam tentang 4 hal berikut yaitu :
      a.       Ibu Profesional
      b.      Komunitas Ibu Profesional
      c.       Tahapan menjadi Ibu Profesional
      d.      Indikator Ibu Profesional

Materinya sangat menarik dan bermanfaat sekali untuk ibu muda seperti saya, yang baru memiliki putra pertama berusia 22 bulan.

Setelah mendapat materi-materinya, kami diberi tugas yang bertujuan agar kami dapat mengaplikasikan materi yang telah disampaikan sang penggagas komunitas, Bu Septi. Tugas ini diberi label menarik “Nice Home Work (NHW)”. Jadi mari kita bahas tugas ini.

Wednesday, May 4, 2016

Filosofi Isim Fiil Harf : Point of Distingtif





Pada hari Senin 25 April kemarin hingga Rabu besok, saya ditugaskan sekolah untuk mengikuti rapat koordinasi persiapan tes seleksi siswa baru di hotel Atria BSD. Ini merupakan pertemuan Insan Cendekia dari berbagai wilayah se-Indonesia , baik dari pihak kanwil maupun dari pihak sekolahnya. Dari sekolah saya di Serpong, kami berangkat 5 orang termasuk saya karena merupakan panitia verifikasi.

Kami berangkat dari Serpong jelang magrib, karena dekat , kami tiba di lokasi 40 menit kemudian, langsung daftar ulang, sholat dan makan. Acara pembukaan dilakukan setelah shalat isya dan dihadiri pa direktur, pa Nurkholis. Saat menyampaikan petuahnya, ada hal menarik yang disampaikan dari pa direktur yaitu tentang poin of distingtif. Ternyata beliau mengutip kitab alfiyah yang terkait dengan filosofi grammar bahasa Arab, bahwa setiap kata itu memiliki ciri dan indikatornya yang berbeda dan unik untuk setiap katanya. Filosofi ini dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari bahwa segala sesuatu dalam hidup ini harus jelas, tak ada yang abu-abu, seperti halnya isim, fiil dan harf yang memiliki ciri yang membedakan satu sama lain, maka institusi sekolah atau bahkan diri kita, juga harus memiliki faktor pembeda atau point of distingtif yang akan turut mengundang kesuksesan di kemudian hari.

Saat Suami jadi MC Syukuran Nikah




 


Pada hari Minggu, 17 April kemarin, saya diundang teman saya saat beraktivitas di Karisma Salman ITB untuk menghadiri syukuran nikah adiknya di salah satu restoran di BSD. Dua hari sebelum hari H, teman saya ini lagi kebingungan juga mencari ustadz pengisi tausiah untuk syukuran nikahnya. Awalnya minta suami saya untuk mengisi tausiah, tapi suami biasanya keberatan kalau diminta mendadak, maka saya pun menawarkan teman saya untuk menjadi ustadz pengisi tausiah. Ternyata, teman saya ini juga membutuhkan mc yang bisa berbahasa Inggris karena adik iparnya orang Pakistan, jadi semua keluarganya tak bisa berbahasa Indonesia. Ia juga membutuhkan pembaca Al-Quran untuk membuka acaranya. Saya pun berjanji akan membawa murid saya untuk mengisi acara. Dan ternyata pada akhirnya ia butuh juga mc yang berbahasa Indonesianya, jadilah saya menawarkan suami saya untuk menjadi mc, dan disetujui. Lucu juga, serba mendadak tapi akhirnya malah saya menawarkan semua petugas pengisi acara, awalnya karena ingin membantu teman saja...

Singkat cerita, saking semangatnya, saya menghubungi teman saya untuk mengisi acara ini pada hari Sabtu malam. Berhubung saya piket di asrama, saya ga ikut, suami saya berangkat sama siswa, sementara teman saya yang bertugas sebagai pengisi tausiahnya, pergi sendiri nyusul kesana. Setibanya di restoran, suami telfon, sepertinya tidak ada acara syukuran nikah, suami pun bertanya siapa nama pengantin, keluarga mempelai dll, saya telfon teman saya dan suaminya, ga diangkat, saya pun mencium sesuatu tak beres. Lalu saya curhat di grup wa alumni karisma, barulah ada teman mengingatkan bahwa acaranya bukan hari Sabtu, tapi hari Ahad sambil memperlihatkan broad cast undangannya. Gubrag, saya pun kontak suami, minta maaf ma teman pengisi tausiah atas kesalahan waktu, untung dia tak masalah. Hanya saya harus menahan malu saja karena sudah salah mengundang. Haha ada ada saja, heboh emak emak dengan berbagai wa malah jadi salah fokus.

Postingan Favorit