Tuesday, May 3, 2016

Resensi eBook: 24 Cara Menjadi Milyarder




Judul                : 24 Cara Menjadi Milyarder

Penulis             : Tung Desem Waringin

 

Adanya kewajiban dalam islam untuk bersedekah dan zakat, sesungguhnya merupakan perintah tersirat agar orang islam itu menjadi orang kaya dan tidak menjadi orang miskin. Buku ini merupakan salah satu buku yang membahas tips dan trik menjadi milyarder yang memaparkan 24 cara menjadi milyarder.

 

24 cara untuk menjadi milyarder menurut penulis buku ini adalah :

1.      Selalu mempunyai nilai tambah

Kita harus selalu mempunyai nilai tambah dalam hidup. Apapun bidang yang kita jalani, kita harus memberikan pelayanan terbaik pada siapapun

 

2.      Gunakan faktor kali

Yang dimaksud faktor kali adalah sesuatu hal yang sekali kita sentuh akan berefek multiplier. Orang kaya memiliki nilai tambah dan dikalikan sehingga banyak orang yang merasakan nilai tambah tersebut.

 

3.      Peluang ada dimana mana

Apa yng kita lihat, sebenarnya bisa menghasilkan uang baik buat kita maupun bagi orang lain, jadi harus peka dan buka mata terhadap peluang apapun yang ada di hadapan kita.

 

4.      Be, Do, Have

Menjadi, melakukan dan mempunyai. Jadilah mempunyai sikap, watak dan cara berfikir orang kaya, kemudian lakukan tindakan dan kebiasaaan orang kaya, maka baru kita bisa memiliki kekayaan dengan aman dan terus berkembang.

 

5.      Belajar, bukan menyalahkan (BEJ)

B adalah blame atau menyalahkan orang lain, E adalah excuse atau mencari alasan untuk setiap kegagalan dan J adalah menghakimi atau membenarkan kesalahan,

Orang sukses adalah orang yang selalu ingin belajar, bukan yang memiliki sifat dan sikap BEJ.

 

6.      Alam semesta itu berlimpah, tidak ada kekurangan, kecuali di dalam pikiran sendiri

Berlimpahnya sumber daya yang ada di alam semesta kita ini seharusnya membuat kita banyak berfikir untuk mengolah yang ada menjadi sesuatu yang menghasilkan.

7.      Yang memberi, pasti menerima

Semakin banyak memberi, maka semakin banyak menerima. Maka semakin banyak kita memberikan nilai tambah pada diri kita, apalagi dikalikan, maka kita akan semakin kaya dengan cepat.

Wednesday, April 27, 2016

Tamu Aneh



Sekolah tempat saya bekerja merupakan sekolah favorit yang sering dikunjungi banyak tamu dari berbagai kalangan. Setiap minggu, ada saja tamu yang datang berkunjung ke sekolah kami, baik untuk studi banding maupun sekedar melihat lihat untuk survei sekolah. Biasanya saya tak terlalu peduli pada tamu-tamu yang datang karena sudah ada bagian yang menanganinya. Tapi kemarin ada pemandangan aneh yang saya temukan pada seorang tamu yang ingin bertemu dengan pengurus masjid. Aneh karena sangat jarang sekali tamu yang datang ke sekolah kami dan mencari pengurus masjid. Biasanya yang dicari adalah kepala madrasah atau bagian humasnya.

Saat saya tanya darimana ia datang, ia menjawab dari Indonesia wilayah timur, katanya dia mencari pengurus masjid untuk sebuah keperluan. Singkat cerita, saya pun melupakan tamu itu dan kembali beraktivitas seperti biasa. Esoknya, suami baru cerita ternyata dia sempat ketemu tamu itu karena dipanggil oleh salah seorang pimpinan untuk menemui tamu tersebut. Ternyata tamu itu ingin menggelar sajadah dalam rangka memobilisasi bantuan untuk proposal yang tak jelas. Tak jelas karena saat suami membaca proposal tersebut, ternyata itu proposal pembangunan masjid tahun 2010 dan masih banyak lagi keanehan lain. Suami tentu saja tak mengijinkannya. Dan marahlah tamu tersebut saat keinginannya untuk meminta bantuan dengan caranya, tak diijinkan.

Saat Taziah ke Bandung





Pada hari Selasa kemarin tanggal 19 April 2016, seharusnya saya pergi ke Pamulang untuk melakukan kajian rutin bahasa Arab pada ibu-ibu dari komunitas tempat saya bersosialisasi yaitu komunitas ibu-ibu profesional. Tapi beberapa menit jelang keberangkatan saya ke Pamulang, saya menerima berita duka bahwa ibunya teman kerja saya dan suami, meninggal dunia setelah menderita sakit berminggu minggu di rumah sakit. Akhirnya saya langsung mengcancel rencana kepergian saya untuk mengisi kajian rutin bahasa Arab. Lalu saya mengusulkan pada suami untuk mengantar teman saya dan keluarganya menuju rumah almarhumah ibunya yang berada di Bandung. Dan suami pun menyetujuinya.

Akhirnya kemarin di hari Selasa, di sela-sela waktu lembur verifikasi data, jam 8 pagi saya sekeluarga dan seorang rekan kerja, berangkat ta’ziah ke rumah duka di Bandung. Ternyata kondisi lalu lintas sangat padat, sehingga kami tiba di Bandung tepat di waktu dhuhur. Perjalanan Tangerang Bandung yang biasanya ditempuh dalam waktu 3 jam, kemarin memakan waktu selama 4 jam. Tapi seluruh keluarganya memang menanti kehadiran seluruh anggota keluarga almarhumah, jadi pemakaman akan dilakukan setelah semua anggota keluarganya hadir. Dan yang ditunggu adalah rombongan Tangerang dan rombongan Sukabumi. Tak lama setelah kami datang, rombongan Sukabumi pun tiba.

Postingan Favorit