Thursday, May 29, 2014

Keajaiban Angka dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah mujizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad yang berlaku bagi seluruh umat manusia sampai akhir zaman. Tiap saat, banyak unsur-unsur mujizat Al-Qur’an yang muncul dan menambah kekaguman kita terhadap Al-Qur’an. Tiada bacaan seperti Al-Quran yang dibaca ratusan juta orang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapat membaca dan menulis. Tiada bacaan seperti Al-Quran yang dipelajari bukan hanya susunan redaksi maupun kosakatanya, tetapi juga kandungan yang tersirat maupun tersurat bahkan sampai kesan yang ditimbulkannya.





Tiada bacaan seperti Al-Quran yang diatur tatacara bacanya, yang dipendekkan dan yang dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, dimana tempat terlarang atau boleh berhenti atau memulainya, bahkan diatur juga lagu dan iramanya sampai kepada etika membacanya.

Salah satu fenomena kemujizatan Al-Qur’an yang muncul pada zaman modern ini adalah keajaiban angka dalam Al-Qur’an. Ada banyak fenomena menarik yang muncul terkait keajaiban angka ini, yang tidak mungkin terjadi secara kebetulan, tapi pasti tersusun by design.

DR. Abdul Razaq Naufal dalam bukunya yang berjudul ‘ Al’Ijaz Al’Adadiy Fi Al-Qur’an Al Karim” tentang keajaiban angka dalam Al-Qur’an, beliau mengungkapkan adanya keharmonisan kata dan jumlah nya dalam Al-Qur’an, diantaranya:
  • Kata ‘Iblis” dalam Al-Qur’an disebutkan sebanyak 11 kali, sementara “Isti’adzah” juga disebutkan 11 kali,
  • Kata “ma’siyah” dan derivatnya disebutkan sebanyak 75 kali, sementara kata “Syukr” dan derivatnya juga disebutkan sebanyak 75 kali.
  • Kata “al-dunya” disebutkan sebanyak 115 kali, begitu juga kata “al-akhirah” sebanyak 115 kali.
  • Kata “Al-israf” disebutkan 23 kali, kata kebalikannya “al-sur’ah” sebanyak 23 kali.
  • Kata “Malaikat” disebutkan 88 kali, kata kebalikannya ‘Al-syayathin” juga 88 kali.
  • Kata “Al-sulthan disebutkan 37 kali, kata kebalikannya “Al-nifaq” juga 37 kali.
  • Kata “Al-harb (perang) sebanyak 6 kali, kebalikannya “Al-husra” (tawanan) 6 kali.
  • Kata “Al-hayat” (hidup) sebanyak 145 kali, kebalikannya “Al-maut” (mati) 145 kali.
  • Kata “Qalu” (mereka mengatakan) sebanyak 332 kali, kebalikannya “Qul” (katakanlah) sebanyak 332 kali.
  • Kata “Al-sayyiat” (keburukan) yang menjadi kebalikan kata “Al-shahihat” (kebaikan) masing-masing 180 kali.
  • Kata “Al-rahbah” yang menjadi kebalikan kata “Al-ragbah” masing-masing 8 kali.
  • Kata “Al-naf’u” (manfaat) yang menjadi kebalikan kata “Al-fasad” (kerusakan) masing-masing 50 kali.
  • Kata “Al-nas” yang menjadi kebalikan kata “Al-rusul” masing-masing 368 kali.
  • Kata “Al-asbath” yang menjadi kebalikan kata “Al-awariyun” masing-masing 5 kali
  • Kata “Al-jahr” yang menjadi kebalikan kata “Al-alaniyyah” masing-masing 16 kali
  • Kata “Al-jaza” (pahala) 117 kali (sama dengan kebalikannya),
  • Kata “Al-magfiroh” (ampunan) 234 kali (sama dengan kebalikannya),
  • Kata “Ad-dhalal” ( kesesatan) 191 kali ( sama dengan kebalikannya),
  • Kata “Al-ayat” 2 kali “Ad-dhalala” yaitu 282 kali.
  • Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada tahun Syamsyiyyah.
  • Kata “Syahr” ( bulan) sebanyak 12 kali, sama dg jumlah Bulan dalam satu Tahun.
  • Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk plural (jamak) sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan.
  • Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
  • Jumlah “ saah” (jam) yang didahului dengan ‘harf’ sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
  • Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah raka’at dalam solat 5 waktu
  • Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah solat wajib sehari semalam.
  • Kata “Aqimu” yang diikuti kata “Shalat” sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah Raka’at Sholat fardhu/ wajib.

Hal semakna diungkapkan oleh mufaasir terbaik Indonesia, M.Quraish Shihab dalam 2 bukunya Wawasan Al-Qur’an dan Membumikan Al-Qur’an bahwa keserasian atau keseimbangan kata dalam Al-Qur’an paling tidak ada beberapa kelompok, adalah:

1.       Keseimbangan antara kata dengan lawan katanya:
Al-hayat (hidup) dan al-mawt (mati) masing-masing sebanyak 145 kali
Al-naf' (manfaat) dan al-madharah (mudharat) masing-masing sebanyak 50 kali
Akhirat dengan dunia terulang sebanyak 115 kali
al-har (panas) dan al-bard (dingin) terulang sebanyak 4 kali
al-shalihat (kebajikan) dan al-asyyi'at (keburukan), masing-masing 167 kali
al-rahbah (cemas) dan al-raghbah (harap) masing-masing 8 kali
thuma'ninah (Ketenangan) dengan dhiyq (kekesalan) terulang 88 kali
Al-shayf (musim panas) dan al-syta' (musim dingin), masing-masing satu kali
Al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite (isim ma’rifah) masing-masing 17 kali
kufr dan iman dalam bentuk indifinite (isim nakiroh), masing-masing 8 kali

2.      Keseimbangan antara kata dengan sinonimnya
Al-harts dan al-zira'ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali
al-ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali
Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]) , 17 kali
Al-Quran, al-wahyu, al-islam masing-masing 70 kali
al-'aql dan al-nur (akal dan cahaya) masing-masing 49 kali
Al-jahr dan al-'alaniyah (nyata) masing-masing 16 kali              

3.      Keseimbangan antara jumlah kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya
Al-Zakah (penyucian) al-barakat (kebajikan yang banyak) masing-masing terulang 73 kali
Al-infaq terulang sebanyak kata yang menunjuk dampaknya yaitu al-ridha masing-masing 73 kali
al-bukhul (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan) 12 kali
al-kafirun (orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/pembakaran) masing-masing 45 kali
Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka) masing-masing 26 kali

4.      Keseimbangan antara jumlah kata dengan kata penyebabnya
Al-israf (pemborosan) dengan al-sur'ah (ketergesa-gesaan) masing-masing terulang 23 kali
al-maw'izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah) terulang 25 kali
Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang) masing-masing 6 kali
Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan) masing-masing 60 kali

5.      Keseimbangan khusus
Kata Yaum (hari) terulang sebanyak 365 kali, sejumlah hari dalam 1 tahun
Syahr (bulan) terulang 12 kali, sejumlah bulan2 dalam setahun
Kata Ayyam (hari)/yawmayni dengan bentuk plural jumlah keseluruhannya ada 30 sama dengan jumlah hari dalam sebulan

Al-Quran menjelaskan langit ada “tujuh”, penjelasannya diulangi sebanyak tujuh kali pula, yaitu Al-baqarah 29, Al-isra' 44, Al-mu'minun 86, Fushilat 12, Al-thalaq 12, Al-mulk 3, Nuh 15.

Kata-kata yang menunjuk pada utusan Tuhan baik Rosul, nabiyyi (nabi), basyr (pembawa berita gembira) atau nadzir (pemberi peringatan) keseluruhannya berjumlah 518 kali. Seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rosul dan pembawa berita tersebut yaitu 518 kali.

Sementara itu, DR Rasyad Khalifah, cendekiawan Mesir yang tinggal di Amerika, telah mengadakan riset terhadap Al-Qur’an dengan menggunakan komputer yang canggih, untuk menghitung jumlah kata-kata, kalimat bahkan huruf yang terdapat dalam Al Quran. Hasil risetnya kemudian menghasilkan Buku “Miracle of The Quran”, yang diterbitkan Islamic Production International in St. Louis mo USA. Dalam buku tersebut disebutkan penjelasan mengenai susunan huruf-huruf dan kata-kata al-Qur’an yang tersusun sangat rapi secara matematika. Yang memang sangat mustahil ini terjadi secara kebetulan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Surat Qaf. yaitu surat pendek diawali hanya dengan huruf Qaf.
    Jumlah huruf Qaf yang ada pada surah ini sebanyak 57 kali. Kemudian kita ambil surat Asyura yang panjang nya dua kali lipat surat Qaf dimana huruf Qaf itu sebanyak 57 pada awalannya. Baiklah kita jumlah 57+57=114 angka ini merupakan jumlah surat dalam Al Quran.
  • Surat Ar-Ra’ad (13). Surat ini dibuka dengan huruf “Alif laam miim raa”. Kebanyakan ulama menyandarkan rangkaian huruf ini kepada Allah, Hanya Allah yang tahu maksudnya. Tetapi setelah dihitung dengan komputer yang canggih menunjukan bahwa surat itu mengandung huruf terbanyak dengan urutan sebagai berikut : Alif 625 huruf, laam 479 huruf, mim 260 huruf, raa 137 huruf. Itulah jumlah huruf terbanyak dalam surat yang diawali huruf alif laam miim raa itu. Apakah ini suatu kebetulan? Mungkinkah Muhammad saw yang mengarang Al Quran? Mungkinkah Nabi Muhammad saw berpikir bahwa saya akan mengarang suatu surat diawali huruf alif laam miim raa dan itulah huruf-huruf terbanyak dalam surat itu? Hanya Allah saja yang mampu berbuat demikian.
  • Surat Al Baqarah (2). Surat ini dibuka dengan huruf “Alif laam miim”. Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif sebanyak 4592 huruf, Laam sebanyak 3204 huruf, dan miim sebanyak 2195 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Baqarah.
  • Surat Ali Imran (3). Surat ini dibuka dengan huruf “Alif laam miim”. Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif sebanyak 2578 huruf, Laam sebanyak 1885 huruf, dan miim sebanyak 1251 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Imran.
  • Surat Al ankabut (29). Surat ini dibuka dengan huruf “Alif laam miim”. Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif sebanyak 784 huruf, Laam sebanyak 554 huruf, dan miim sebanyak 344 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Al Ankabut.
  • Surat Ar Rum (30). Surat ini dibuka dengan huruf “Alif laam miim”. Setelah dihitung dengan komputer hasilnya adalah Alif sebanyak 547 huruf, Laam sebanyak 396 huruf, dan miim sebanyak 318 huruf. Itulah huruf terbanyak dalam surat Ar Ruum.
  • Demikian juga Alif laam miim shaad pada surat al a’raf (7). Itulah urutan jumlah terbesar dalam surat itu.
  • Pada surat Tha Haa, huruf Thaa dan Haa sebagai huruf terbanyak diantara surat-surat yang turun di Mekkah.
  • Huruf kaaf haa yaa ‘aiin shaad pada awal surat Maryam merupakan huruf terbanyak dalam surat itu, bahkan lebih banyak daripada yang dikandung surat-surat Al-Qur’an lainnya yang turun di Mekkah.
  • Surat-surat yang bermula dengan huruf alif laam raa seperti surat Ibrahim (14), Yunus (10), Hud (11), Yusuf (12) dan Al Hijr (15), jika ketiga huruf itu digabung, akan merupakan angka yang terbesar.
Fenomena lain yang ditemukan Rasyad Khalifah adalah bahwa huruf-huruf hija'iyah pada awal beberapa surah dalam al-Quran, semuanya habis terbagi 19, sesuai dengan jumlah huruf dalam lafal Basmallah
 (ب س م ا ل ل ه ا ل ر ح م ن ا ل ر ح ي م ).

Huruf qaf awal dari surah qaf [50] terulang sebanyak 57 kali atau 3 x 19
Huruf kaf, ha', ya', 'ayn, shad dalam surah Maryam ditemukan sebanyak 798 kali atau 42 x 19
Huruf nun yang memulai surah Al-Qalam, sebanyak 133 kali atau 7 x 19
huruf ya' dan sin dalam surah Yasin masing-masing ditemukan sebanyak 285 kali atau 15 x 19
Huruf tha' dan ha' pada surah Thaha masing-masing berulang sebanyak 342 kali atau sama dengan 18 x 19
Huruf Ha' dan Mim yang terdapat pada beberapa surah yang dimulai (ayat ke satu) dengan kedua huruf ini kesemuanya berjumlah 2166 atau perkalian dari 144 x 19

Oleh karena itu seandainya ada ayat al-quran yang berkurang atau berlebih atau ditukar kata dan kalimatnya dengan kata atau kalimat yang lain maka perkalian2 tersebut akan kacau. Angka 19 diatas diambil dari pernyataan Ql-Quran sendiri yaitu dalam Surah Al-Mudatsir ayat 30 yang turun dalam situasi ancaman terhadap orang yang meragukan Al-Quran.

Dalam surah Qaf, ada lagi satu keajaiban lain yang sangat mengagumkan. Yaitu: didalam al-Qur'an, untuk mengatakan 'kaum Nabi Luth' selalu dipakai istilah 'qaumu Luth'. Ada 12 tepat 12 kali istilah ini dipakai didalam al-Qur'an. Tetapi dalam surah ini, istilah tersebut berubah menjadi ‘ikhwanu Luth' yang artinya sama dengan 'qaumu Luth'. Setelah diteliti, ternyata kalau dalam surah 'qaf' ini dipakai istilah 'qaumu Luth' maka huruf 'qaf' dalam surah ini menjadi 58 yang tidak habis dibagi dengan 19.

Supaya huruf 'qaf' dalam surah ini habis dibagi dengan 19, maka istilah 'qaumu Luth' diganti dengan istilah 'ikhwanu Luth', sehingga huruf'qaf' nya hanya 57 buah saja dan habis dibagi dengan 19. Padahal kalau secara bahasa arab tentunya seorang akan berfikir sejenak, kenapa al-Qur’an menuliskan “Ikhwanu luth” padahal semua kalimat lain dalam al-Qur’an menuliskan “Qaumu Luth”.  Subhanallah!

Kata-kata dalam Al-Qur’an, dengan sejumlah pengulangannya merupakan Mukjizat, jumlah kata-kata dalam Al-Qur’an yang menegaskan kata-kata yang lain ternyata jumlahnya sama dengan jumlah kata-kata Al-Qur’an yang menjadi lawan kata atau kebalikan dari kata-kata tersebut.

Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada ayat-ayat mulianya, makna-maknanya, prinsip-prinsip dan dasar-dasar keadilannya serta pengetahuan-pengetahuan gaibnya saja, melainkan juga termasuk jumlah-jumlah yang ada dalam Al-Qur’an itu sendiri, begitu juga pengulangan kata dan hurufnya, orang-orang yang melakukan pengkajian ‘ulum’ Al-Qur’an sejak dulu sudah menyadari adanya fenomena tersebut yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu, diantaranya untuk meyakinkan manusia bahwa Al-Qur’an itu adalah mujizat yang diturunkan Allah, bukan hasil karya Nabi Muhammad.

Dari berbagai sumber

Semoga Bermanfaat

Wassalam
Eva  Novita Ungu
Kamis, 29 Mei 2014 (yang seharusnya untuk Rabu, 28 Mei 2014)
Unsur kemujizatan dalam Al-Qur’an akan terus bertambah dari waktu ke waktu  …

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit