Tuesday, January 14, 2014

MENIKMATI SENSASI RM PADANG DI BELANDA

Jika kita jalan-jalan di Indonesia, bukan hal yang aneh jika kita melihat rumah makan Padang yang bertebaran di mana-mana. Tapi jika kita melihat ada sebuah rumah makan Padang di Belanda, ini baru unik dan menarik. Itulah yang saya rasakan. Ada pemandangan dan sensasi yang berbeda saat saya bersama yang lain diberi surprise dengan diajak mengunjungi sebuah restoran Padang, khas Indonesia banget, yang “terdampar” dengan indahnya di Belanda, tepatnya di Rotterdam . Nama restoran ini adalah Minang Kabau Baru. Untuk menuju tempat ini, kami harus melewati kawasan hutan yang tertata rapi. Rumah makan ini terletak di tepi danau indah, danau yang bernama Kranglise Plas, dengan view pemandangan yang sangat bagus.

Sedikit sejarah tentang tempat ini yang saya kutip dari kompasiana.com adalah sekitar tahun 1998 bangunan Minangkabau tersebut pernah di bakar massa, alasannya karena menurut mereka, bangunan ini menyalahi aturan pemerintah yang melarang perizinan sebuah bangunan dalam bentuk apapun, tapi kenyataannya bangunan yang megah khas tradisi Indonesia itu malah ada di tempat itu. Alasan selebihnya kenapa bangunan itu sempat terbakar, diperkirakan karena aktivitas restoran yang bersentuhan dengan api dan bahan bangunan yang terbuat dari kayu itu, berpotensi menimbulkan musibah kebakaran. Tapi sekitar tahun 2000 bangunan Minangkabau tersebut kembali membuka aktivitasnya sebagai restoran dengan bangunan baru yang di perbaiki dari berbagai sisi yang rusak dari kebakaran tersebut.

Sepertinya ketika bangunan itu di bangun, kemungkinan besar ada orang yang mempunyai kedudukan penting di pemerintahan Belanda dan pernah mempunyai kenangan indah dengan Indonesia umumnya dan daerah Minang pada khususnya, sehingga mampu mendapatkan izin mendirikan bangunan itu tepat di tengah jantung hutan kota yang sangat di lindungi itu.

Ada cerita dari anak-anak Belanda yang sekarang sudah dewasa dan mempunyai orang tua yang pernah menetap atau di lahirkan dan tumbuh di Indonesia, ketika mereka di paksa harus kembali ke Belanda, banyak yang “homesick” dengan Indonesia. Mereka merasa seolah-olah Indonesia adalah rumah dan tanah airnya sendiri.

Bisa di bayangkan betapa nikmatnya hidup mereka saat di Indonesia. Hidup mereka bak seorang raja yang di hormati dengan sejumlah bedinde atau pembantu, dari mulai tukang kebun sampai pengasuh anak-anak mereka. Belum lagi cuaca yang sangat menyenangkan dan makanan yang benar-benar universal itu. Tak heran ketika hari kemerdekaan Indonesia di kumandangkan, banyak dari mereka yang tak mau kembali ke Belanda, dan ketika kembali dan berada di Belanda, rasa rindu mereka tak pernah pupus sampai ajal menjemput mereka atau masuk panti jompo.

Dari cerita para anak -anak itu pula, maka bukan mustahil ada yang mengabadikan kenangan indah mereka dengan mendirikan bangunan masa indahnya yakni salah satunya restoran yang berwujud bangunan Minagkabau bangunan khas adat Indonesia di tengah hutan kota di Rotterdam ini.

Restoran ini juga menjadi tempat favorit para bule. Karena itu menu yang tersaji di tempat ini sudah bercampur juga dengan menu “bule atau makanan khas Eropa”, tak hanya makanan khas Indonesia.

Saat kami berkunjung ke tempat ini di hari Selasa 3 Juli 2012, banyak para bule yang sedang mengadakan rapat atau sekedar menghabiskan waktu untuk menikmati makanan khas Indonesia ini. Bangga sekali lho, makanan kita ternyata digemari para bule-bule itu.

Saat kami berkunjung kesana, waktu menunjukkan pukul 8 malam dan cuaca sangat cerah. Kami berpose pose dulu di tempat ini. Kapan lagi kami berada di rumah makan bernuansa Padang yang ada di Rotterdam ini. Setelah puas berpose, kami pun dengan sangat antusias memesan masakan Indonesia, setelah berhari-hari tinggal di Eropa, rasanya kangen sekali dengan makanan rumah, makanan negara yang kami cintai. Kami melahap dengan sangat nikmat segala jenis makanan yang kami pesan yaitu nasi rames, gado-gado, soto ayam, sate kambing, bakmi dan lain-lain.

Dan tanpa terasa, setelah kenyang melahap makanan favorit kami, waktu pun menunjukkan pukul 10 malam. Sebenarnya waktu Rotterdam saat itu, suasanananya masih terang karena masih sore, tapi tubuh kami sepertinya adalah tubuh Indonesia, yang jika waktu sudah menunjukkan jam 10 malam,  sudah mengantuk dan menagih untuk tidur. Kami pun kembali ke Hotel Rotterdam dengan puas dan senang dengan surprise yang kami terima.

Jika sedang travelling ke Belanda, mengunjungi restoran Minang Kabau ini adalah sebuah kewajiban. Kita  akan disuguhi suasana hutan Kralingse bos dulu sebelum memasuki restoran Minang Kabau Baru.  Barulah saat memasuki area restoran ini, kita akan merasa “homely” banget. Dan pastinya merasa bangga karena salah satu budaya bangsa Indonesia, ada di tengah  jantung hutan yang di lindungi di negara yang ketat dalam memberikan izin mendirikan  bangunan itu.

Semoga bermanfaat.

Wassalam
Eva  Novita Ungu
Selasa, 14 Januari 2014 (yang seharusnya untuk Rabu, 8 Januari 2014)
Bangga dengan Indonesia yang kaya bahasa dan budaya, termasuk kulinernya yang ngangenin …

2 comments:

  1. buat yang baru berasa kenyang setelah menu Indonesia masuk, resto ini betul2 must visit ya.nice posting...

    ReplyDelete
  2. haduh cuma pernah sepedaan ke danaunya.. udah lewat restonya tapi gak masuk.. foto2 doang di depannya.. hihi. jadi kangen sama rotterdam ^_^
    salam kenal.. :)

    ReplyDelete

Postingan Favorit