Tuesday, March 20, 2018

Mengapa Harus KIPMA?? The Power of Srikandi Keuangan




Saya mulai berkenalan dengan IIP sejak tahun 2015. Saya lupa tepatnya kapan saya bergabung dengan IIP Tangerang Selatan. Tak banyak cerita menarik di awal bergabungnya saya dengan komunitas IIP. Tapi entah apa yang membuat saya tergoda untuk tetap bertahan di IIP, semuanya terjadi begitu saja. Beberapa bulan setelah saya menjadi anggota IIP Tangsel, ada lowongan menjadi admin. Saya pun iseng tanya tanya admin lama, dan mendaftar, ternyata diterima. Saat itu, tak ada jabatan Koordinator, semuanya sejajar sebagai admin, dan bersama 3 orang admin lainnya, kami berusaha membangun IIP Tangsel.

Bulan berganti tahun, aktivitas saya semakin padat, tapi tetap merindukan tantangan. Pada akhir tahun 2016, ada lowongan sebagai Manager Keuangan Nasional IIP. Awalnya saya tak tertarik, deadline pun lewat. Tapi ternyata deadline diperpanjang, saya pun iseng mendaftar, dengan program ungggulannya adalah mendirikan koperasi (gaya banget ya...). Tak disangka, ternyata saya diterima sebagai Manager Keuangan, maka kesibukan dan tantangan baru pun, dimulai. Saya membawahi para manager keuangan yang ada di seluruh cabang wilayah IIP, dan kami pun mulai berkenalan via grup WA Manager Keuangan IIP.

Monday, November 13, 2017

Hujan dan Bahasa Air



Hari ini, program hamil memasuki hari kedelapan. Saya memutuskan hanya pergi untuk lari pagi ke Taman Kota dan ke Pasar Modern saja untuk mengantar teman berbelanja. Alhamdulillah hari ini shalat berjamaah bisa dilakukan di masjid, walaupun banyak godaan yang datang seperti hujan turun saat waktu shalat ashar tiba, lemasnya badan karena puasa yang hanya ingin dibayar dengan tidur saja di kasur. Tapi alhamdulillah masih bisa berjuang mengalahkan berbagai godaan, hanya tadarus saja yang tidak memenuhi target.

Hari ini suami mendapat kabar bahwa pada tanggal 15-25 November akan mengikuti PLPG di Puncak, wuah bakal ditinggal 12 hari nih, plus sedihnya pas tanggal ultah saya nanti, suami sedang dinas disana. Menjadi emak zaman now memang dilarang baper ya, harus fokus pada masalah yang lebih penting dibanding urusan sepele yang sangat pribadi.

Jadilah hari ini, saya merapikan berbagai administrasi suami sebagai persiapannya untuk mengikuti PLPG besok. Ada banyak berkas yang harus disiapkan dan menanti kesigapan sang istri untuk mempersiapkannya. Suami pergi ke Puskesmas untuk membuat surat keterangan sehat dan si bunda mengotak ngatik file laporan terkait modul PLPG nya.

Menjadi Dokter (Dokteran)



Kemarin, saat pulang dari Bogor, saya ditagih oleh-oleh sama Eza. Sebelum pergi, memang saya menjanjikan akan membawakan oleh-oleh mainan untuk Eza sepulangnya dari Bogor. Ternyata dia masih ingat. Akhirnya saya dan suami pun mampir di sebuah toko dan Eza memilih mainan dokter-dokteran yang untungnya harganya murah meriah, hanya 15.000 rupiah saja.

Awalnya Eza mengenal mainan ini saat hari Sabtu lalu, kami main ke rumah saudara dan anaknya memiliki mainan ini. Mereka main berdua dan tampak sangat menikmati sekali.

Sesampainya di rumah, saya amati apa yang Eza mainkan dari perlengkapan dokter-dokteran ini. Saat temannya main ke rumah, Eza “Pamer” dengan mainan barunya ini dan mereka pun “role playing” dengan membuat skenario dan adegan sesuai keinginan mereka sendiri. Lucu dan seru ternyata melihat mereka mengembangkan kreatifitas dari sebuah mainan dokter-dokteran ini.

Postingan Favorit