Saturday, September 23, 2017

Belajar Jualan dan Simulasi Transaksi



Kemarin, Saat teman-teman Eza datang ke rumah, saya gunakan kesempatan ini untuk simulasi jualan. Awalnya mereka ga mau karena sedang main petak umpet, saya biarkan dulu mereka puas bermain petak umpet. Saat sudah lelah dan bosan dengan berbagai sarana bermain, akhirnya saya tawarkan bermain sambil belajar jualan. Alhamdulillah mereka antusias.

Pertama, saya minta mereka mengambil berbagai mainan yang ada di rumah, saya bilang,
“Ayo, kita jualan mobil dan truk ya”, mereka pun mengambil mainan itu dengan antusias, lalu kami jejerkan untuk dipajang sebagai barang jualan. Lalu saya jelaskan aturan mainnya. Saat Eza berperan sebagai penjual, maka dia akan menerima uangnya dan temannya akan menerima barangnya. Sebaliknya, saat Eza berperan sebagai pembeli, maka ia harus memberikan uangnya dan ia akan menerima barangnya.

Seru juga melihat mereka simulasi jualan, bermain peran sebagai penjual dan pembeli, mengajarkan bisnis sebagai salah satu aktivitas untuk mendapatkan uang dan barang. Ohya, saya juga memberi mereka uang mainan untuk bertransaksi. Awalnya mereka damai sentosa, hingga akhirnya berantem memperebutkan uang mainan. Hadeuuh mesti deh ada episode berantem, padahal ya andai mereka tau, itu cuma uang mainan, wahai anak anak, ade-ade... uang mainan saja diperebutkan haha namanya juga anak-anak, semua dilakukan dengan serius.

Semoga simulasi jualan ini memberikan Eza dan temannya inspirasi untuk menjadi pengusaha, bukan sebagai konsumen yang selalu membelanjakan uang, tapi bisa menjadi produsen yang memproduksi barang dan pengusaha yang membuka jalan rejeki bagi sebanyak mungkin orang. Aamiin

Semoga Bermanfaat

Sabtu, 230917.14.00
#Tantangan10HariLevel8
#day9
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#odopfor99days#semester2#day22

Saat Mengurus Umroh, Dinamika Seru Urusan Umat



Selain mengurus koperasi, saya juga memegang uang masjid, yang ujungnya berdampak kemana-mana. Rekening masjid ini digunakan untuk menyimpan uang kotak amal masjid, menyimpan uang setoran kurban setiap hari raya idul adha dan setoran uang umroh siswa IC dan atau keluarganya.

Sejak tahun 2015, rekan sejawat saya guru fiqh membuat program umroh untuk siswa siswinya, dan berhubung beliau berangkat haji tahun ini, maka saya diberi amanah untuk mengelola uang umroh dan mengatur segala berkas administrasinya. Bonusnya, saya ikut diberangkatkan umroh di akhir tahun ini, alhamdulillah. Akhirnya saya dan suami pun mendaftarkan mertua untuk ikut umroh bersama saya. Saya ingin juga suami ikut serta, tapi terfikir Eza dengan siapa nantinya.

Kami bekerjasama untuk umroh ini, dengan fisrt travel. Saat kami daftar tahun 2015, lalu kami lunasi di tahun 2016, belum ada masalah yang rame terkait first travel ini. Barulah saat kami akan berangkat di bulan Desember akhir tahun ini, berita heboh itu muncul, hingga pemiliknya dipenjara. Untungnya, agen kami belum menyetorkan uangnya ke pihak first travel dan semoga uang kami selamat. Agen kami lalu berganti bendera dan menggunakan travel Mustika. Semoga lancar hingga berangkat ke Mekah nanti.

Friday, September 22, 2017

Berkenalan dengan Bank



Setelah beberapa hari lalu, mengenalkan ATM pada Eza, kemarin saat ada kesempatan untuk setor uang siswa ke Bank, saya ajak Eza dan temannya, sekaligus menjadi ajang jalan-jalan refreshing.

Kami pergi ke bank di pagi hari, agar tidak panas dan tidak antri panjang di bank nya. Saya kenalkan Eza pada konsep menabung di bank, memperlihatkan pada Eza saat menulis di form setoran, mengenalkan cara antri dan tertib di bank dan lain-lain. Alhamdulillah Eza sudah terbiasa berada di area yang menjadi fasilitas umum dan banyak orang. Dan suasana di bank juga sedang tidak rame saat itu, jadi lumayan ramah anak.

Saat tiba antrian saya, Eza ingin melihat. Saya serahkan form setoran dan uangnya ke teller, Eza saya pangku, lalu sebagai bukti, saya dokumentasi saat Eza sedang berada di depan teller. Saya biasakan mengikut sertakan Eza dalam setiap aktivitas saya, agar ia terbiasa dengan berbagai kesibukan, memahami kesibukan bundanya dan agar terlatih mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus sehingga tumbuh menjadi pribadi yang cekatan, termasuk di dalamnya cerdas finansial.

Masih banyak dan panjang perjalanan petualangan kehidupan saya bersama Eza, semoga masih diberi kekuatan untuk mendidik dan membesarkan Eza. Semoga Allah membantu saya mendidik Eza dengan baik, dan saya dan suami dijadikan orangtua pembelajar yang tidak bosan belajar dan memperbaiki diri, sebelum nantinya mendidik dan membersamai Eza belajar dalam kehidupannya.

Semoga Bermanfaat


Sabtu, 230917.13.00
#Tantangan10HariLevel8
#day8
#KuliahBunSayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial
#odopfor99days#semester2#day20


Postingan Favorit