Saturday, May 2, 2020

HARI 9 : MA’ANI BAGIAN 4: AN NAHYU

Pembicaraan atau kalam dalam bahasa Arab adalah lafadz yang tersusun dari dua buah kata atau lebih yang memiliki makna. Dalam ilmu balaghah, kalam terbagi dua yaitu khabari dan insya’i. Khabari adalah kalimat yang mengandung kemungkinan benar atau bohong, dilihat dari isi pembicaraannya. Sedangkan insya’i adalah kalimat yang tidak bisa disebut benar atau bohong. Jika seseorang mengucapkan suatu kalimat, maka pendengarnya tidak bisa menilai apakah perkataanya benar atau bohong.

Secara garis besar, kalam insya’i terbagi menjadi dua yaitu thalabi dan ghair thalabi. Definisi Insya Thalabi adalah yang kalimat yang menghendaki adanya tuntutan atau permintaan. Sedangkan ghair thalabi adalah kalimat yang tidak menuntut adanya suatu permintaan. Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah salah satu contoh dari kalam insya thalabi yaitu terkait dengan an nahyu (larangan).

Secara leksikal, arti an nahyu adalah kalimat larangan. Dalam terminologi ilmu balaghah, an nahyu  adalah tuntutan meninggalkan suatu perbuatan dari mutakallim (pembicara/pihak yang lebih tinggi) kepada mukhatab (penerima/pihak yang lebih rendah).

Bentuk lafadz yang digunakan yaitu la nahyi plus fi’il mudhari’. Contohnya adalah pada surat al-An’am ayat 151 berikut ini

وَلا تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ مِنْ إِمْلاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ

dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan.

Pada ayat tersebut, fi’il nahy yang dimaksud adalah وَلا تَقْتُلُوا yang artinya dan janganlah kamu membunuh.

Ada beberapa fungsi dari lafadz an nahyu yaitu sebagai berikut:


v  Doa (الدعاء)

Contohnya terdapat dalam surat Ali Imran ayat 8  berikut ini:

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."

Pada ayat tersebut, yang dimaksud adalah لا تُزِغْ قُلُوبَنَا  yang artinya janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan. 

v  Iltimas/untuk yang sederajat (الالتماس)

Contohnya terdapat dalam surat Thaha ayat 94  berikut ini:

قَالَ يَا ابْنَ أُمَّ لا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلا بِرَأْسِي إِنِّي خَشِيتُ أَنْ تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِي

Harun menjawab: "Hai putra ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): "Kamu telah memecah antara Bani Israel dan kamu tidak memelihara amanatku".

Pada ayat tersebut, yang dimaksud adalah  لا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي  yang artinya janganlah kamu pegang janggutku. 

v  Berangan-angan (التمنى)

Contohnya terdapat dalam surat al Muminun ayat 108  berikut ini:

قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلا تُكَلِّمُونِ

Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.

Pada ayat tersebut, yang dimaksud adalah لا تُكَلِّمُونِ  yang artinya janganlah kamu berbicara dengan Aku. 

v  Ancaman (التهديد)

Contohnya terdapat dalam surat at Taubah ayat 65-66  berikut ini:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ

لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"

Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

Pada ayat tersebut, yang dimaksud adalah لا تَعْتَذِرُوا  yang artinya Tidak usah kamu minta maaf. 

v  Menunjukkan putus harapan (التيئيس)

Contohnya terdapat dalam surat at Tahrim ayat 7  berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ كَفَرُوا لا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang kafir, janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan.

Pada ayat tersebut, yang dimaksud adalah لا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَ  yang artinya janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini.

Demikianlah pembahasan an nahyu dalam kalam insya thalabi dan berbagai fungsinya serta contohnya dalam ayat-ayat Al-Qur’an.

untuk memudahkan pemahaman, berikut ada video tentang kalam insya thalabi

sumbernya adalah link youtube  dari Arabiyatuna


 

Semoga Bermanfaat

Wassalam

Referensi :

·         Al Balaghah al’Arabiyyah, Haniah,Lc,MA

·         Ilmu Ma’aniy, Basyuni Abdul fattah fayud, Kairo: Maktabah Wahbah.

Serpong, Sabtu 2 Mei 2020/9 Ramadhan 1441 H, 06.55

#KolaborasiZaiNovi

#ProyekRamadhanAlZayyan1441H

#AlZayyanHari9

#Karya7TahunPernikahan

#SerunyaBelajarBahasaArab

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit