Thursday, March 27, 2025

KAJIAN KITAB HIKAM, HIKMAH KE-13


 


كَيْفَ يُشْرِفُ قَلْبُ صُوَرِ الْأكْوَانِ مُنْطَبِعَةً فيِ مِرْاتِهِ؟ أمْ كَيْفَ يَرْحَلُ إلى الله, وَهُوَ مُكَبَّلٌ بِشَهَوَاتِهِ؟ أمْ كَيْفَ يَطْمَعُ أنْ يَدْخُلَ حَضْرَةَ اللهِ, وَهُوَ لَمْ يَتَطَهَّرْ مِنْ جِنَابَةِ غَفَلَاتِهِ؟ أمْ كَيْفَ يَرْجُو أنْ يَفْهَمَ دَقَائِقَ الْأسْرارِ, وَهُوَ لَمْ يَتُبْ مِنْ هَفَوَاتِهِ؟

Bagaimana mungkin kalbu akan bersinar, sedangkan bayang-bayang dunia masih terpampang di cermin nya?

Bagaimana mungkin akan pergi menyongsong ilahi, sedangkan ia masih terbelenggu nafsunya?

Bagaimana mungkin akan bertamu ke hadiratNya, sedangkan ia belum bersuci dari kotoran kelalaiannya?

Bagaimana mungkin diharapkan dapat menyingkap berbagai rahasia, sedangkan ia belum bertobat dari kekeliruannya?

How can the heart be illumined while the forms of creatures are reflected in its mirror? Or how can it journey to God while shackled by its passions? Or how can it desire to enter the Presence of God while it has not yet purified itself of the stain of forgetfulness? Or how can it understand the subtle points of mysteries while it has not yet repented of its offences?

Kajian kitab Hikmah yang ketiga belas ini adalah tentang beberapa kendala atau halangan yang menghambat perjalanan spiritual seorang hamba menuju Allah Sat.

Thursday, March 20, 2025

KAJIAN KITAB HIKAM, HIKMAH KE-12

 


مَا نَفَعَ الْقَلْبَ شَيْءٌ مِثْلُ عُزْلَةٍ, يَدْخُلُ بِهَا مَيْدَانَ فِكْرَةٍ

Tiada yang lebih berguna bagi hati selain uzlah. Dengan uzlah, hati memasuki lapangan tafakur

Nothing benefits the heart more than a spiritual retreat wherein it enters the domain of meditation

Kajian kitab Hikmah yang kedua belas ini adalah tentang uzlah yaitu menyendiri, bukan hanya sekedar menjauh dari manusia secara fisik, tapi menjaga hati dari kesibukan dunia yang melalaikan untuk mendekatakan diri kepada Allah.

Thursday, March 13, 2025

KAJIAN KITAB HIKAM, HIKMAH KE-11

 


اِدْفِنْ وُجُوْدَكَ فِيْ أرْضِ الْخُمُوْلِ, فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يُدْفَنْ لَا يَتِمُّ نِتَاجُهُ

Kuburlah dirimu di tanah kerendahan karena sesuatu yang tumbuh tanpa dikubur (ditanam) hasilnya kurang sempurna

Bury your existence in the earth of obscurity, for whatever sprouts forth, without having first been buried, flowers imperfectly

Kajian kitab Hikmah yang kesebelas ini adalah tentang anjuran untuk mengubur popularitas kita dalam bumi kerendahan hati (tawadu'). Karena bahaya amal itu adalah saat nafsu mengarahkan pada keinginan untuk terkenal, terlihat dan ingin terpuji di hadapan manusia. Maka hikmah ini mengingatkan tentang bahaya poluaritas diri..

Postingan Favorit