Monday, June 5, 2017

Tadabur Sosial: Mengembangkan Kesalehan Diri & Sosial (Bagian Pertama)



Tadabur sosial adalah kegiatan rutin tahunan yang diadakan sekolah untuk seluruh siswa dan siswi kelas X dan XI, setelah beres ujian semester 2. Sambil menunggu pengolahan nilai, siswa dibekali dengan berbagai pengetahuan dan pembiasaan agar seimbang asupan gizi untuk jiwa dan raganya. Untuk tahun ini, kegiatan tadabur sosial dilaksanakan hari ini, Senin dan Selasa tanggal 5 dan 6 Juni 2017 dan bertempat di Masjid Adz-Dzikra Sentul Bogor. Selama dua hari satu malam, kami beritikaf di masjid Adz-Dzikra yang merupakan “basecamp” majelis dzikir Ust Arifin Ilham.

Ada 4 narasumber yang kami hadirkan untuk memberikan pembekalan pada siswa, yaitu Ust Khotib Kholil terkait dengan makna ibadah dalam kehidupan sehari-hari, Hilman Al Madani dari Yayasan kita dan buah hati tentang Pendidikan Seks untuk Remaja, dengan tema Etika Berselancar di Media Sosial, Sharing Alumni dari Andam Deatama & Halida Umi Balkis, serta pembekalan ESQ dari Ridwan Mukri.

Kami berangkat pukul 6 pagi dari sekolah menuju Sentul dengan menggunakan bis. Bis saya malah sempat bermasalah saat di Gunung Sindur karena mesinnya panas. Untungnya bisa diatasi dan tak perlu ganti bis. Kami tiba di lokasi pukul 9 pagi. Siswa langsung beres-beres barang dan persiapan materi dari Ust Khotib Kholil.

Sang ustadz yang merupakan mantan direktur yang membawahi puluhan hotel domestik dan manca negara, memilih untuk fokus mengurus masjid agar bisa leluasa beribadah. Saat menjabat sebagai direktur, ia merasa tak bisa shalat berjamaah 5 waktu. Maka ia tinggalkan semua jabatan, dan fokus beraktivitas di masjid. Ia pun memberikan tips mencapai sukses untuk para generasi muda, yaitu Perkuat niat, Belajar giat dan pantang menyerah, berdoa tak putus-putus, silaturahmi, active listening (memperhatikan pembicaraan orang lain), Rendah hati (tawaddhu) dan meneladani 4 sifat Rasul yaitu Sidiq (jujur), Fathonah (cerdas), Amanah (berintegritas) & Tabligh (komunikatif).

Pada sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan dari siswa siswi diantaranya tentang public speaking, komunikasi, motivasi meninggalkan karir yang sedang berada di puncak, dan cara berdiplomasi. Pertanyaan-pertanyaan pun dijawab narasumber dengan tuntas.

Semoga Bermanfaat

Senin, 050617.18.55

#odopfor99days#semester2#day23

Saturday, June 3, 2017

Belajar dari Amien Rais dan A Agym



Saat saya menulis tulisan ini, publik sedang dihebohkan berita tentang tuduhan korupsi yang dialamatkan pada Amien Rais terkait aliran dana proyek alat kesehatan. Dikabarkan bahwa Amien Rais menerima aliran dana sebanyak 600 juta dari yayasan milik Sutrisno Bachir. Tentu mayoritas publik tak percaya, karena sosok Amien Rais terkenal dengan integritasnya. Tapi media tentu tergantung siapa pemiliknya. Motifnya sudah terlihat jelas, sangat politis dan mengalihkan isu besar. Semua tentu harus dibuktikan melalui proses pengadilan, jadi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Ada tulisan Hanum Salsabila Rais, putri Amien Rais yang sempat membuat saya menangis haru. Saya kutip lengkap dari facebooknya Hanum, agar saya bisa menyimpan utuh tulisannya untuk saya baca kembali suatu saat nanti. Berikut adalah tulisannya.
•Perisai Lahir Batin Amien Rais•
Saya sebenernya telah beresolusi akan mengurangi sosmed di bulan puasa ini (post terakhir tgl 21mei). Namun tuduhan yang dialamatkan pada Bapak akhir2 ini membuat banyak pesan pada saya, lewat WA, DM dll agar saya sebagai putrinya juga memberikan semacam klarifikasi.
Saya tidak akan memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut, karena insyaAllah Bapak secara perwira akan menggelar konpers di kediaman JKT hari ini sebelum sholat Jum'at. Silahkan wartawan datang dan melansir jawaban beliau.
Saya hanya ingin berbagi bagaimana seorang Amien Rais menanggapi badai dan terjangan fitnah, deraan ujian, cobaan namun juga kebahagiaan. Mudah mudahan menjadi hikmah di bulan suci ini.
Terkembali kepada Anda yang menilai.
Di awal April 2017 lalu, Seorang Mantan jenderal yang duduk di posisi pemerintahan cukup strategis menemui Bapak. Ia mengatakan bahwa ia dikirim boss nya yang ingin bertemu Bapak. Ia ditugasi membuat titik temu & tempat. Bapak mengatakan "Monggo dengan senang hati, semua orang dari kalangan manapun saya temui, apalagi orang terhormat seperti bapak bos". Namun sang mantan jenderal mengatakan boss ingin bertemu di tempat rahasia, tidak tercium media, karena pembicaraan akan bersifat confidential. Bapak tercenung. Ini sesuatu yang aneh. Mengapa harus rahasia?
Singkat cerita Bapak menolak meski sang utusan berdalih: pertemuan penting yang tidak bisa jadi konsumsi publik. "Maaf, jika ingin bertemu silahkan tapi terbuka, biarkan media melansir, biarkan mereka tahu hasil pembicaraan, toh pasti terbaik untuk bangsa. Jika pertemuan rahasia, saya tahu, saya hanya akan jadi bangkai politik Anda".
Sang utusan mundur, pamit dalam kekecewaan. Saya mendengar dan melihatnya semua dari balik pintu di Joglo. Oh ini to Bapak Mantan Jenderal yang sering jadi penghubung itu.
Sepeninggal sang utusan, saya katakan pada Bapak. "Pak, beliau bos pasti akan tersinggung dengan jawaban Bapak. Dan it's just a matter of time, you'll be singled out. Hanya soal waktu Bapak akan diperkarakan entah bagaimana dan apa caranya."
Bapak mengangguk. Ia sangat paham.

Si Merah Datang : Program Hamil Pending di hari ke-18



Tepat pada pukul 11 pagi, si merah datang yang menunjukkan program hamil saya harus pending di hari ke-18 ini. Datangnya si merah ini tak membuat saya sedih, seperti saat sebelumnya yang membuat saya merasa gagal dengan program hamil 40 hari ini. Saya memang sudah menyiapkan mental dengan berbagai kondisi “terburuk” agar saya tak terlalu kecewa saat harapan tak sesuai keinginan.

Program hamil 40 hari ini adalah riyadhah ibadah untuk “memancing” kehamilan saya yang kedua. Saya sebelumnya sudah ikhtiar dengan program medis, tapi juga belum berhasil, maka program berikutnya adalah “merayu” Sang Maha Kuasa untuk membantu keinginan hambanya yang banyak dosa ini. Penasaran juga dengan program ini, karena konon katanya setelah 40 hari berjuang ibadah tak henti untuk meminta satu keinginan, keinginan kita akan terkabul. Periode pertama program hamil 40 hari saya gagal, saat beberapa item ibadah gagal saya penuhi, dan ditandai dengan datangnya si merah sebagai tanda bahwa saya belum diijinkan hamil.

Periode kedua ini, saya tak ingin mengenal kata “gagal”. Karena memang belum sampai 40 hari perjuangan ini saya lakukan. Maka saya gunakan kata pending atau tertunda di hari ke-18, sehingga setelah beres masa haid saya, saya akan teruskan kembali program ini dengan meneruskan hari ke-19. Semoga di periode berikutnya saya lebih bersemangat lagi berjuang, meluruskan niat selalu dalam beribadah dan mengalokasi waktu, tenaga dan harta untuk bersedekah sebagai ikhtiar penting dalam program 40 hari ini.

Postingan Favorit