Pada
hari Rabu tanggal 4 Mei kemarin, saya bersama keluarga
memutuskan untuk mudik bareng, menikmati long weekend hingga hari Ahad nanti. Kesempatan
mudik bareng ke Tasik ini memang dinikmati sebagai sarana refreshing sekaligus
silaturahmi kepada orangtua, yang alhamdulillah masih sehat walafiat.
Walaupun harus bermacet ria yang rutin menemani saat
libur panjang long weekend, tapi mungkin memang begitu seninya mudik yang identik
dengan macet. Kemarin, kami menghabiskan waktu selama 10 jam perjalanan dari
Tangerang menuju Tasik, yang biasanya hanya ditempuh dalam waktu 5 jam. Sejak dari
Jakarta hingga Bekasi, suasana macet sudah menghiasi perjalanan mudik kami,
untuk sampai ke Bekasi saja, kami butuh waktu 5 jam, yang biasanya cukup
ditempuh dalam waktu 2 jam saja. Lalu setelah lumayan lancar sejak keluar
Cikarang, kemacetan kembali terjadi di pintu tol keluar Cileunyi yang macet tak
bergerak sekitar 10 km dan berjam-jam antri. Tapi alhamdulillah terurai juga
kemacetannya setelah berjam-jam tak bergerak.
Setelah punya anak, saya bisa merasakan kerinduan
orang tua pada anaknya. Maka sebisa mungkin, saat ada waktu, saya sempatkan
untuk berkomunikasi langsung dengan orangtua, bahkan mudik tak hanya lebaran. Seperti
saat long weekend minggu ini, saya rencanakan jauh-jauh hari dan mengabarkan
orang tua tentang kepulangan liburan ini, agar orangtua senang. Karena ternyata
perhatian anak pada orangtua nya merupakan salah satu hal yang membuat orangtua
sehat lahir dan batin. Apalagi menyaksikan anak dan cucunya sehat dan rukun,
itu adalah anugerah tak ternilai untuk orang tua.


