Pernahkah anda merasa....
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا أبِي، أَخْبَرَنَا هَاشِمٌ، أَخْبَرَنَا صَالِحٌ، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ، عَنْ أَبِي الْجَلْدِ قَالَ: قَالَ مُوسَى: إِلَهِي، كَيْفَ أَشْكُرُكَ وَأَصْغَرُ نِعْمَةٍ وَضَعْتَهَا عِنْدِي مِنْ نِعَمِكَ لَا يُجَازِي بِهَا عَمَلِي كُلُّهُ؟ قَالَ: فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ أَنْ يَا مُوسَى، الْآنَ شَكَرْتَنِي
Abdullah bercerita, ayahku mengabarkan, Hasyim mengabarkan, Shalih mengabarkan dari Abu Imran, dari Abu al Jald, ia berkata: “Musa berkata: “Tuhanku, bagaimana cara(ku) bersyukur kepada-Mu, sedangkan nikmat terkecil yang Kau letakkan di sisiku, termasuk nikmat-nikmat Mu yang tidak mungkin berbalas dengan semua amalku?” Kemudian Allah mewahyukan kepada Musa, (Allah berfirman): “Wahai Musa, sekarang ini kau sudah bersyukur kepada-Ku,”
(Imam Ahmad bin Hanbal, al Zuhd, Kairo)



