Thursday, November 2, 2017

Belajar Kreatif dengan Cara Kreatif

Hasil gambar untuk berpikir kreatif


Setelah mendapatkan materi Bunda Sayang 1-8, dan setelah menikmati liburan beberapa hari untuk memulihkan tenaga dan stamina, akhirnya hari Ahad kemarin tanggal 29 Oktober 2017 kami digembleng kembali dengan materi tentang kreatifitas oleh sang maestro Bu Septi dengan cara yang tak biasa. Menurut saya cocok sekali materi ini disampaikan dengan metode yang berbeda dari sebelumnya. Yaitu mengajak kami diskusi dan menebak gambar dan kaitannya dengan materi kreativitas. Sungguh seru dan memicu adrenalin.

Kreatifitas menurut NACCCE (National Advisory Committee on Creative and Cultural Education) dalam Craft 2005 adalah aktivitas imaginatif yang menghasilkan hasil yang baru dan bernilai, sedangkan menurut Munandar (1985) kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Hasil yang diciptakan tidak selalu hal-hal yang baru, tetapi juga dapat berupa gabungan (kombinasi) dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. 

Jadi proses kreatif itu adalah mengolah yang sudah ada menjadi sesuatu yang bernilai. Beginilah proses kreatif yang terjadi dari slide yang kami terima dari Bu Septi.



Lalu, bagaimanakah ciri-ciri orang kreatif? 

Thursday, October 26, 2017

Membayar Rasa Bersalah



Sudah sekian lama saya tak menulis di blog, selain karena sibuk mengurus administrasi Koperasi IIP yang akan segera berdiri, juga karena sepertinya saya mulai jenuh dengan berbagai rutinitas yang ada. Maka selain sibuk wara wiri ke notaris dan kemenkop, sempet sempetnya juga saya menonton drama korea jaman jadul. Ini juga yang membuat saya tidak pede melanjutkan program hamil. Masa sedang program hamil dengan ibadah 40 hari, harus ternodai dengan nonton drama korea.

Akhirnya menulis blog pun terabaikan. Ada rasa bersalah yang menghantui jiwa saat selesai menonton drama korea. Terhibur, iya. Saya merasa inilah cara saya menjaga kewarasan saat kejenuhan melanda. Rasanya kalau sudah menonton drama korea yang lucu, pikiran menjadi fresh dan banyak pelajaran kehidupan yang didapat. Tapi ya itu, setelahnya akan merasa bersalah, karena idealnya saya menjaga seluruh panca indera saat menetapkan program hamil 40 hari dengan ibadah.

Maka biasanya saya “membayarnya” dengan banyak melakukan aktivitas sosial. Berikut adalah sebagian kecil dari aktivitas sosial saya:

Monday, October 2, 2017

Tahajud yang Dikalahkan Kelelahan



Hari Ahad kemarin, saya menikmati sekali waktu libur saya. Pagi-pagi, saya dilulur dengan memanggil tukang pijit yang juga bisa luluran. Setelah itu lanjut jalan-jalan ma Eza dan suami ke Pameran Puspitek, lanjut ke ITC. Dhuhur sudah tiba lagi di rumah. Shalat dhuhurnya saya lakukan berjamaah ma suami di rumah, karena tiba di rumah, setelah jamaah shalat berjamaah di masjid bubar.

Siangnya, sahabat lama saya yang sedang menengok anaknya di pesantren di Parung, main ke rumah. Kami ngobrol bersama, makan bareng, hingga waktu ashar tiba. Karena melayani tamu, shalat ashar saya lakukan di rumah, sesaat setelah sahabat saya pamitan pulang, berjamaah dengan mba pengasuh. Ngobrol ngalor ngidul dengan sahabat saya ini, membuat saya sadar lagi, ada banyak hal yang harus lebih saya syukuri dibanding saya keluhkan.

Shalat magrib, Isya dan Shubuh, lebih mudah saya lakukan di masjid, karena bertepatan dengan jam kerja saya. Hanya saja, saya tak sempat untuk shalat tahajud. Eza bangun jam 2, minta minum dan menanyakan papanya. Jam 4 saya juga bangun mendengar murattal nyala di masjid, tapi saya malah tidur lagi. Menyesal sekali saat terbangun kembali, sudah adzan shubuh.

Postingan Favorit