Saturday, November 4, 2017

Serunya Membuat Gunung Meletus



Tak terasa, cawu 3 kelas Bunda Sayang sudah menginjak materi 9. Materi level 9 kelas bunda sayang ini bertajuk Kreatifitas. Jujur saja, saya merasa tidak kreatif dan agak kesulitan mencari kegiatan untuk level 9 ini. Jadi materi kreatifitas ini, membuat saya tersentak dan tertampar berkali kali, karena sebelum mengajarkan kreatifitas pada anak, terlebih dahulu saya yang harus berubah dan belajar menjadi emak kreatif.

Beberapa minggu yang lalu saya sempat ikut materi dari Rumah MainStream tentang keterampilan abad 21. Disitu dibahas tentang keterampilan apa saja yang harus dimiliki anak dalam menghadapi era milenial ini. Saat itu, kami mendapat ilmu banyak sekali, diantaranya bagaimana membuat media belajar yang mudah dan asyik buat anak.

Lalu, saya juga bergabung di komunitas homeschooling yang sering mengadakan playdate anak. Baru-baru ini, kami mengadakan kelas playdate terkait gunung meletus dengan bahan yang ada di sekitar kita, seperti soda, cuka dan pewarna kue. Saat itu, saya dan Eza hanya menyaksikan, dan pengen mencobanya kembali di rumah, bareng teman-teman Eza.

Friday, November 3, 2017

Harap Harap Cemas, Telat Tapi Negatif



Akhirnya tiba juga di penghujung program hamil 40 hari episode 3 yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Hari ke-38 dilalui dengan rapat pengurus KIPMA, hari ke-39 yang jatuh pada tanggal 18 Oktober 2017, seharusnya saya haid karena haid terakhir di tanggal 18 September 2017. Tentu saja saya sudah tidak sabar, langsung membeli tes pack dan menguji urine, dan hasilnya? Negatif sodara sodara. Hiks

Hari ke-40, saya masih belum haid. Sudah geer lah saya bahwa saya (berhasil) hamil. Hari terasa lama berganti, berbagai informasi saya cari, mengapa saya yang biasanya siklus haid teratur, bahkan maju beberapa hari, ternyata telat tapi saat tes pack, hasilnya negatif. Berbagai pendapat dan masukan pun saya terima. Ada yang bilang kecapean, kebanyakan pikiran, stres de el lah aneka jenis kemungkinan.

Menginjak hari ke-7 telatnya haid saya, kembali saya tes pack dengan alat tes yang harganya lebih mahal, katanya lebih bagus, hasilnya tetap sama, negatif juga. Saya belum berani pergi ke bidan atau dokter, karena telat seminggu masih terlalu dini untuk menyimpulkan hamil. Akhirnya sebuah jawaban pun saya terima tepat di hari ke-9 saya telat haid, si merah itu keluar juga dan surutlah harapan saya untuk hamil. Setelah berkali-kali tes pack negatif, akhirnya saya mendapat kepastian juga bahwa telat haid belum tentu hamil.

Gimana rasanya? Marah dan kecewa itu manusiawi. Walaupun kalau hamil, saya tetap bingung karena rencananya, saya akan berangkat umroh di tanggal 19 Desember 2017, karena setelah saya baca, hamil yang aman untuk umroh adalah yang usianya diatas 12 minggu. Tetapi ga jadi hamil pun, tetap saja menyesakkan dada. Rasanya kalau kecapean pun, biasanya saya ga sampe telat 8 hari, paling satu dua hari saja. Entah apa maksudnya Allah membiarkan saya menebak kejadian ini, yang menurut saya caranya sangatlah romantis.

Bayangkan, saya sudah menjalani program hamil 40 hari selama 3 periode, sudah banyak harapan tertancap di dada, berharap Allah mengabulkan permohonan saya yang sederhana ini. Dua kali program sebelumnya, saya tidak terlalu berharap karena siklus haidnya teratur, saya tetap haid setiap bulannya. Tapi di periode terakhir ini, saya dikasih harapan saat si merah belum menyapa di tanggal 20 Oktober, sempat berhari-hari menebak nebak apakah saya hamil atau tidak, berkali kali tes pack untuk semakin meyakinkan saya, hingga akhirnya saya harus menerima keputusan indah ini, tepat setelah si merah itu datang di hari ke-9 pasca saya terlambat datang bulan.

Romantis sekali kan cara Allah membuat saya kembali, kembali untuk menggantungkan segala pinta dan harap hanya untuk-Nya semata. Hati saya sempat melambung tinggi saat menyadari bahwa saya terlambat datang bulan. Saya kabari beberapa orang keluarga dan teman dekat, mereka senang sekali mengetahui saya masih punya peluang dan harapan untuk hamil. Tetapi semua harapan itu sirna saat si merah datang. Allah masih merindukan jerit tangis saya dalam doa dan sujud panjang saya. Saya pun belajar ikhlas menerima ketetapan-Nya, walaupun tidak mudah. Saya harus mencari hikmah perjalanan dan setiap detik kehidupan saya, pasti tidak ada yang sia-sia. Syemangat...

Dan inilah akhir dari program hamil 40 hari dengan ibadah, semuanya berakhir disini. Tapi tentu bukan akhir dari semua ikhtiar. Selamat datang program hamil 40 hari episode keempat dan selamat tinggal program hamil 40 hari episode ketiga. Semoga saya tidak bosan dan Engkau juga tidak bosan dengan permintaanku.

Jumat, 031117.23.00
#ProgramHamil40HariEpisode3#Hari38-40

#odopfor99days#sesi3#day36

Selamat Datang Dunia Baru



Setelah berjuang keras dengan berbagai tantangan di minggu sebelumnya, terkait program hamil, merintis koperasi, rutinitas kesibukan kerja dan keluarga, hingga tak sempat menulis sedikit pun, akhirnya di akhir Oktober saya memutuskann jelajah dunia baru. Ada dua kegiatan besar yang sempat mampir di minggu kedua hingga ketiga Oktober ini, yaitu rencana berpartner bisnis jasa setrika dengan teman IIP dan mengikuti pelatihan Tour Planner di Bekasi.

Berikut adalah rincian kegiatan selengkapnya.

Selasa 10 okt: Merintis bisnis setrika, menyusun Surat Perjanjian Kerjasama
Rabu 11 okt: Menerima laporan kehilangan uang lagi dari siswa
Kamis 12 okt: Menindaklanjuti laporan siswa,  cek ke kmr kosong di asrama
Jumat 13 okt: Hari bersejarah mengambil akta n sk kemenkop, resmi KIPMa terbentuk
Sabtu 14 okt: Pelatihan tour planner ke bekasi. Salah satu pengurus kipma mengundurkan diri
Ahad 15 okt: Pelatihan tour planner ke bekasi
Senin 16 okt: Berjuang puasa sunnah, Eza sakit mata, malamnya demam
Selasa 17 okt: Eza demam, cancel kopdar dengan Pa Suroto, Pakar Koperasi

Terkait bisnis jasa setrika, berawal dari kedekatan dengan teman IIP yang akhirnya curhat berbagai hal, ia mengemukakan ide untuk membuka bisnis jasa setrika dan membutuhkan partner dalam bisnisnya. Saya pun menyanggupi, kami ngobrol banyak, langsung membuat surat perjanjian kerjasama, dan resmilah saya menjadi investor dan partner bisnisnya. Semoga ini langkah awal saya membangun jaringan bisnis.

Postingan Favorit