Keluarga kami tinggal di rumah dinas kantor saya dan
suami yang memang bekerja di tempat yang sama. Alhamdulillah kami bersyukur
sekali diberikan tetangga yang baik dan masih memiliki anak yang tidak jauh
beda umurnya dengan Eza. Jadi mereka bisa bermain bersama kapanpun mereka mau.
Rejeki sekali menemukan tetangga yang sudah dikenal baik, sevisi dalam mendidik
anak dan kami saling menjaga anak-anak kami. Kadang Eza dan teman-temannya yang
berjumlah 5 orang main di tempat saya, di waktu lain juga main di tempat
temannya secara bergantian.
Saat Eza dan teman-temannya main di rumah saya, jika
saya ada di rumah, saya berusaha menyediakan mainan edukatif yang bisa membuat
mereka anteng bermain sekaligus belajar. Mulai dari buku, mobil-mobilan, kereta
api atau crayon untuk mewarnai. Senang sekali melihat Eza tumbuh dan bisa bersosialisasi
dengan teman-temannya. Kadang mereka saling merindukan saat tidak ada. Misalnya
saat Eza ke Surabaya kemarin, kata mba nya, teman-temannya setiap hari datang
ke rumah menanyakan kapan Eza pulang, lama sekali katanya. So sweet kan?
Kemarin, Eza dan teman-temannya main di rumah. Mulai
dari baca buku hingga mengacak ngacak mainan hehe. Lucunya kadang mereka
berantem, setelah itu main lagi. Tentu tangisan mah sesuatu yang tak
terhindarkan. Tapi biarkan saja mereka belajar menemukan solusi dari masalah-masalah
yang mereka hadapi. Resiko dari sebuah pertemanan adalah akan adanya
benturan-benturan, rebutan mainan, berantem dll.



