Thursday, September 17, 2026

3 HIKMAH SAAT SUAMI DIRAWAT

Saat itu, setelah open house A31 di hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2026, sore hari nya saya dan suami pergi ke Cimone untuk menengok Abah dan ingin mengajaknya jalan-jalan ke Masjid Agung Banten di Serang. Sengaja berangkat di Sabtu sore, supaya bisa istirahat dulu disana. Kondisi suami saat itu sehat wal afiat, tak kurang suatu apapun. Setelah shalat Isya, bahkan dia langsung tidur saking lelahnya, tumben juga sih, biasanya kalau di Cimone, dia tidurnya agak malam. Tapi kali ini, tubuhnya ga bisa bohong, perlu rehat yang banyak setelah mengurus berbagai persiapan asrama untuk dikunjungi orangtua saat open house.

Esoknya kami pun berangkat pukul 6 pagi. Abah duduk di depan bareng suami yang menyetir, sementara saya duduk di tengah bareng kaka ipar. Dibelakang 2 orang ponakan deh yang tidur sepanjang perjalanan. Kami berangkat melalui tol Bitung di ruas tol Merak. Alhamdulillah kondisi lalu lintas lancar jaya.



Untuk mengunjungi masjid Agung Banten di Serang, kami harus keluar tol Serang Timur, dengan panduan google map, sebenarnya tidak jauh untuk sampai di lokasi. Tapi entah kenapa, kami hanya berputar putar dan kembali ke lokasi awal, tapi saat sadar, sebenarnya kami berputar untuk mendekat ke lokasi Rumah Sakit Sari Asih Serang. Suami sempat minta minum, dan saya lihat dia memegang megang pinggangnya, pikir saya, mungkin hanya pegal saja.

Tapi ternyata suami menepi, dan ga bilang kalau sebenarnya sakit. Saya minta mampir ke alfa untuk ke toilet dan jajan, dan dia pun merelaks kan badannya, menggoyang goyangkan kakinya, sekalian mengecek kondisi badannya, apakah hanya sakit biasa atau memang sebenarnya sakit yang serius. Ternyata dia minta ke Rumah Sakit, saya pun mengabari kakak ipar. Karena khawatir, kami pun langsung menuju rumah sakit tersebut. Suami masih kuat menyetir saat itu.

Setelah keluar dari mobil, abah dan keluarga lain, saya minta menunggu. Saya dan suami menuju ruang IGD. Sebelum itu, suami minta ke toilet. Saya pun jalan jalan sebentar mencari rute menuju UGD. Sudah sekitar 15 menit, saya heran ko suami ga keliatan, saya pun mencarinya di toilet putra, sempat meminta bapa bapa yang ada di sekitar toilet untuk ikut mencari, ternyata nihil. Saya mulai khawatir, takut suami tiba-tiba jatuh dan pingsan. Pikiran berkecamuk, hati berdebar khawatir tak karuan, bolak balik saya dari toilet masjid kebawah ke titik saat berpisah dengan suami, tetap tidak ada. Saya sudab berpikir yang buruk-buruk, bagaimana kalau suami jatuh dan tidak ada yang menemukan. Akhirnya saya langsung pergi ke IGD, siapa tahu suami langsung kesana. Dan benar saja, suami sudah berbaring dengan pasrahnya, dan ditangannya sudah ada suntikan. Lega rasanya bisa melihat lagi wajahnya walo sedang kesakitan.

Saya pun dipanggil dokternya, dijelaskan kondisinya, alhamdulillah kondisi jantung suami sehat dan normal. Keluhannya saat ke IGD adalah di dada kiri berdebar debar sangat kencang, nafas pendek, dan seperti ditarik ke atas. Suami curiga takut jantung nya bermasalah, tapi alhamdulillah setelah rekam jantung, kondisinya normal. Tapi dokter merekomendasikan agar dirawat inap untuk mengobservasi apa penyebab dadanya berdebar dan nafasnya pendek. Saya pun menjelaskan bahwa kami sedang jalan-jalan, kalau dirawat disini, jauh dan minta dirawat di Tangerang saja, dokternya membolehkan dengan syarat saya harus menandatangani bahwa pasien pulang dengan keinginan sendiri. Saya tanya suami kuat ngga menuju Tangerang, insya allah kuat katanya. Dokter pun memberi obat untuk bekal di perjalanan. Saya pun menyetir mobil menuju Tangerang dengan kondisi hati deg degan dan berdoa sangat kencang, semoga suami diberi kesehatan dan kekuataan.

Sekitar jam 9.30 kami pun menuju Cimone Tangerang, untuk mengantar abah dan keluarga dulu, Jalan-jalan pun dicancel. Awalnya mau menuju rumah sakit Sari Asih Tangerang, tapi setelah mempertimbangkan segala macamnya, saya minta suami bertahan sampai di rumah sakit Columbia di BSD. Setelah beristirahat sejenak, kami pun menuju rumah sakit Columbia di BSD. Setelah mengingat ngingat, ternyata suami semalam minum kopi dan makan roti, pagi ini juga sebelum berangkat minum kopi hitam dan roti manis. Jadi saya curiga ini gejala diabet. Dan sepertinya kopi dan roti adalah pemicu gula darahnya naik drastis.

Alhamdulillah kami tiba di IGD Rumah sakit Columbia jam 11.30. Suami langsung mendapatkan tindakan, saya mengurus pendaftaran. Setelah dicek, kondisi jantung alhamdulillah normal, dan saat dicek gula darah, benar saja, hasilnya sangat tinggi 422. Suami pun diharuskan rawat inap. Alhamdulillah jam 3 sore kami mendapat kamar rawat di 319. Dan ternyata kami harus “kencan” di rumah sakit ini hampir 6 hari yaitu dari hari Ahad tanggal 23 Agt sampai Jumat malam tanggal 28 Agustus 2026. Eza tidak diberitahu karena sedang mondok di DQ, kelas 7, khawatir membuat dia kepikiran.



Ada 3 hikmah saat suami dirawat di rumah sakit

     1. Sebagai isteri, seorang perempuan harus bisa menyetir. Saya bersyukur bisa tenang saat menyetir dari Serang menuju tangerang, dari Cimone menuju BSD Tangerang, dalam kondisi suami sedang kesakitan.

    2. Harus banyak belajar tentang gizi, penyakit dan makanan pantangan untuk penderita gula diabet. Sebenarnya sudah sering diingatkan, jangan minum kopi dan makanan manis, hanya mungkin sesekali suami pengen juga nyicip nyicip. Hanya saja mungkin kondisinya sedang drop dan kelelahan, jadi semuanya bertumpuk menjadi satu.

     3. Allah menggerakan banyak orang baik untuk menghibur suami. Saat dirawat, banyak sekali yang menjenguk, mulai dari teman-teman, sodara, orangtua siswa dan lain-lain. Allah selalu punya banyak cara untuk mendatangkan kebaikan dibalik musibah, menghadirkan kemudahan di tengah kesulitan. Terharu sekali melihat banyak teman, sahabat dan orangtua siswa dengan membawa berbagai bingkisan untuk menjenguk suami. Jazaakumullah Khairan Katsiran.



Semoga kejadian ini menghadirkan banyak hikmah, bukan hanya bagi kami yang mengalami, tapi bagi semua teman, sahabat, saudara dan pembaca bahwa sakit itu bagian dari episode hidup yang mengingatkan bahwa sehat itu mahal dan kita harus menjaga anugerah dari Allah berupa tubuh yang sehat ini.

Sehat sehat selalu yaaa semuanya

Wassalam

Eva Novita Ungu
Serpong, 170926.06.18

Mengenang suami dirawat, Ahad 23-Jumat malam 28 Agtustus 2026

No comments:

Post a Comment

Postingan Favorit