Friday, May 5, 2017

Hari Ke-19 : Program Hamil 40 Hari: Belum Kapok dengan Drama Korea



Alhamdulillah tahajud hari ini masih sempat walau hanya beberapa menit. Hari ke-19 ini saya diberi tugas sekolah untuk mendampingi tamu dari Aceh belajar tentang pengelolaan asrama. Sejak pagi jam 8, saya mengikuti rapat penyambutan tamu dari Aceh dilajutkan dengan sharing bareng dengan Mba Yuni, guru asrama di MAN Insan Cendekia Aceh sambil keliling area asrama.

Hari ini juga saya disibukkan dengan pendaftaran matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #4. Tim Dapur Nasional setiap detik setiap menit krang kring menginformasikan perkembangan terbaru pendaftaran matrikulasi. Saya dibantu teman lain, mengecek konfirmasi pembayaran dengan bukti transfer melalui mutasi rekening. Lumayan ribet dan menyita waktu juga, tapi senang sih karena dapat pembelajaran baru tentang mengelola event kegiatan yang melibatkan peserta ribuan orang.

Siang harinya, bukannya saya tidur karena semalam menghabiskan waktu sia-sia dengan menonton drama korea, malah menonton lagi episode terakhirnya, untuk membayar kepenasaranan saya tentang ending ceritanya. Untungnya hanya sampai jam 2 siang dan setelah itu punya waktu sedikit untuk tidur siang.

Sore harinya, saya kembali menyambut tamu dari Aceh, ngobrol dan sharing di kantor Wakamad Asrama. Setelah itu, melayani permintaan teman yang meminta tolong untuk transfer dan bayar kartu kredit. Saya senang melayani orang lain, rasanya ada kepuasan tersendiri saat bisa membantu dan melayani sesama. Hanya berharap semoga amal saya yang sederhana ini bisa ikut menutupi dosa-dosa saya yang menggunung. Karena berharap dari ibadah saya yang tidak khusyu juga sepertinya tetap tak terbayar. Maka saya memperbanyak ibadah sosial untuk menutupi kekurangan ibadah ritual...  

Semoga Bermanfaat

Jumat, 050517.05.00
#odopfor99days#part2#day91
#ProgramHamil40Hari#part1#day19

Wednesday, May 3, 2017

Hari Ke-18 : Program Hamil 40 Hari: Gagal Tahajud Gara-Gara Drama Korea



Hari kedelapan belas adalah bertepatan dengan hari pendidikan nasional. Jadi hari ini upacara memperingati hari pendidikan nasional. Dari pukul 7 pagi hingga pukul 08.30, lumayan melatih fisik dan nasionalisme. Setelah itu, jalan-jalan naik motor dengan Eza sambil mengurus urusan koperasi.

Pukul 10.30 ada undangan rapat kelulusan kelas XII, saya dah siapkan amunisi dengan berwudhu supaya bisa shalat dhuhur berjamaah di masjid, alhamdulillah berhasil. Saking jarang ke masjid saat shalat dhuhur, ada siswi yang bertanya, “Ibu, ibu darimana? (tumben ke masjid, kira-kira begitulah makna sapaan sekaligus sindiran ini”. Saya pun menjawab, “abis rapat”.

Setelah dhuhur, saya dan rekan kerja di kantor menghadiri acara aqiqah putri kelima rekan kerja sekaligus sahabat saya di asrama. Lumayan, bisa makan sate kambing hihi. Setelah itu, ke saung untuk koordinasi masalah saung. Rasanya hari ini benar-benar padat, belum masalah koordinasi online tentang urusan IIP dan tetek bengeknya. Lumayan menguras fisik, energi dan pikiran.

Sebelum ashar, ada kejadian menghebohkan di sekolah kami, yaitu turun hujan sangat deras disertai angin kencang seperti puting beliung, banyak pohon tumbang dan banyak sarana rusak parah. Kejadiannya super sangat kilat, tak lebih dari 10 menit. Beginilah sebagian foto-fotonya sesaat setelah kejadian berlangsung.

Day 10 : Mengamati Gaya Belajar Eza



Tak terasa, sudah 10 hari pengamatan gaya belajar Eza dilakukan. Hari kesepuluh ini, si bunda mengajak Eza main di taman bermain di daerah Taman jajan BSD. Sepertinya ada wahana baru yang seru dan sudah dicat dengan penuh warna, jadi terasa lebih fresh. Sebelum ke tempat ini, paginya si bunda ngajak jalan Eza naik motor menuju pegadaian di ruko serpong park, lumayan jauh jaraknya, kasian juga Eza tapi saya usahakan selama masih bisa ngajak anak, saya akan ajak walau jauh.

Saat di motor, biar Eza ga ngantuk, saya perdengarkan angka 11-20, surat-surat pilihan di juz 30, doa setelah baca Al-Qur’an, mengajak ngobrol Eza, pokonya intinya supaya dia terus mengoceh atau mendengarkan sesuatu, karena kalau diam, biasanya akan ngantuk. Beginilah cara saya melatih auditori nya.

Setelah itu, bermain outdoor di taman bermain, mulai dari bermain ayunan, perosotan, lari-lari, itu sudah membuat dia senang banget. Beginilah cara saya melatih kinestetik nya. Sementara visualnya dan sekaligus melatih kemampuan verbalnya, saya jadwalkan di sore hari menjelang magrib, Eza nonton film anak-anak di RTV karena sore hari adalah jam kerja saya.

Walau hasilnya belum terlihat, tapi saat semua indera dan potensinya diberikan stimulus, alhamdulillah perkembangan psikologis Eza bagus. Secara emosi stabil, jarang bahkan hampir ga pernah tantrum karena semua kebutuhannya terpenuhi, mulai dari kebutuhan fisik, psikis berupa kasih sayang yang penuh dari keluarganya. Saya juga masih belum maksimal dalam memberikan aktivitas terjadwal pada Eza, tapi berkaca dari pengalaman para bunda-bunda yang lebih berpengalaman, usia 3-5 tahun memang tak terjadwal, dibiarkan bermain sebanyak-banyak, mengenal aneka jenis permainan, untuk melatih motorik halus dan kasarnya.

Semoga Bermanfaat

Rabu, 030517.17.00
#odopfor99days#part2#day90
#tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#Day10
#KuliahBunsayIIP


Postingan Favorit