Tuesday, April 25, 2017

Day 2 : Mengamati Gaya Belajar Eza



Dari tabel diatas, yang visual ditandai dengan kotak warna merah, hanya satu dari tiga yang baru bisa teramati yaitu menyukai hal-hal yang bersifat detail dan rapi. Saat saya atau mba nya beberes rumah, Eza suka pengen ikut nyapu atau ngepel. Saat saya di ruang atm,  Eza suka mengambil kertas-kertas yang berserakan di lantai untuk dimasukkan ke tempat sampah. Keren ga sih hehe.

Sementara untuk auditori yang ditandai dengan kotak berwarna biru, tiga-tiganya masih belum ok, karena masih tiga tahun jadi belum tereksplorasi semua. Sementara yang kinestetik pada kotak berwarna ungu, hampir semua kotak itu sepertinya cocok dengan Eza. Saat belajar shalat, Eza cukup melihat papa bundanya shalat, ia sudah bisa gerak gerak ngikutin. Kalau diajak bermain outdoor seperti perosotan, ayunan dan lain-lain, itu matanya berbinar binar sekali. Memang belum bisa disimpulkan juga kalau Eza itu dominan kinestetik nya, saya masih harus memberikan stimulus sebanyak banyaknya untuk merangsang potensi belajar Eza.

Mengamati gaya belajar Eza memasuki hari kedua ini, membuat saya kembali pada masa lalu, stimulus apa saja yang sudah saya lakukan untuk memberikan rangsangan pada seluruh potensi belajar Eza. Sepertinya saya sudah berusaha memberikan stimulus pada semua jenis gaya belajar, baik visual, auditori maupun kinestetik.

Monday, April 24, 2017

Hari Ke-9 : Program Hamil 40 Hari: Pulang ke BSD, Terima Setoran Hafalan



Hari Ahad kemarin adalah memasuki hari ke-9 program hamil 40 hari. Hari ini, kami putuskan pulang ke BSD, walau Senin nya masih hari libur nasional peringatan isra miraj. Alasan utamanya adalah karena suami akan dinas ke Jambi hari Selasa besok dan belum menyiapkan materi presentasi nya. Alasan lainnya adalah menghindari kemacetan karena long weekend. Walau mamah masih kangen dan meminta kami pulang di hari Senin, kami coba menyampaikan alasannya, akhirnya dengan berat hati pun mengijinkan.

Kami berangkat dari tasik setelah subuh, pukul 05.30. Alhamdulillah lalu lintas lancar jaya, kami istirahat di Bandung pukul 07.15 untuk sarapan dan mengisi bensin, saya sempatkan pula shalat dhuha sebagai program ibadah untuk mendukung program hamil 40 hari. Walau tanpa program ini pun, insya allah dhuha nya jalan terus. Kami istirahat di pembensin Al-Mashoem sebelum tol Cileunyi. Saat saya mau beli kopi, ternyata tak dikenakan bayaran alias gratis, hanya disediakan kotak amal bagi yang ingin berinfak. Tidak membayar pun tak apa-apa. Saya amati spanduk kecil di depan meja kopi, ternyata ini adalah program penyaluran zakat dari Al-Mashoem. Keren banget dan ini pasti membahagiakan para musafir yang bisa menikmati kopi atau teh hangat untuk sekedar melepas lelah. Semoga makin berkah rejekinya.

Hari Ke-8 : Program 40 Hari Mencari Si Cinta : Jalan-Jalan Bareng Keluarga



Setelah tiba di Tasik, menikmati sarapan khas masakan Mamah yang enak, suami dan Abah yang nyaris ga tidur selama perjalanan, langsung tepar di kasur. Sementara emak emak yang masih bisa tidur di tengah kemacetan selama perjalanan, menikmati liburan pagi di Tasik dengan ngobrol sambil meliht anak-anak main. Rasanya nikmat sekali bisa menghabiskan liburan bareng keluarga. Ada kebahagiaan yang tak terkatakan, hanya bisa bersyukur dengan banyak mengucapkan hamdalah.

Setelah shalat Jumat, kami sekeluarga jalan-jalan ke kota Tasik. Suami sebenarnya masih cape dan saya minta istirahat saja di rumah, karena oleh-oleh nyetirnya adalah batuk dan pilek, tapi karena ada kakak ipar saya yang nyetir, jadi suami pun ikut karena bisa menikmati jalan-jalan sebagai penumpang. Akhirnya kami pun jalan dengan tujuan utama adalah ke BCA Tasikmalaya untuk mensurvei pameran mobil yang sedang promo dalam rangka Ulang tahun BCA dan hari ini adalah hari terakhir.

Tiba disana, kami langsung disambut petugas BCA yang sudah siap dengan penawaran menariknya, pilihan kami langsung pada mobil BRV dari Honda. Entah siapa yang bernafsu ingin beli mobil ini, mamah dengan diprovokatorin kakak-kakak saya, akhirnya luluh juga mengambil mobil BRV warna merah, dengan DP 60 juta dan cicilan Rp 6.079.000 selama 3 tahun. Saya sih hanya membantu mengantarkan saja, membantu transfr sebagai tanda jadi dan yang paling penting bisa berselfie ria dalam mobil baru yang sedang dipajang. Kapan lagi bisa begaya di dalam mobil merah haha.

Postingan Favorit